Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam akan menyerang Israel jika terus melanggar perjanjian gencatan senjata dengan melancarkan serangan tanpa henti ke Lebanon.
Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran menegaskan Israel telah melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan sebanyak 84 kali sejak kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran diumumkan pada Minggu (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan yang disebarkan media pemerintah, militer Iran memperingatkan bahwa Israel "harus bersiap menghadapi respons keras" apabila "terus melakukan kejahatan dan membantai rakyat Lebanon yang tertindas".
"Israel harus mengantisipasi respons yang keras jika terus melakukan kejahatan dan pembantaian terhadap rakyat Lebanon yang tertindas," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip Al Jazeera.
Tingkah Israel yang masa bodoh terhadap gencatan senjata di Lebanon ini bahkan sampai membuat Presiden AS Donald Trump frustrasi.
Kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (16/6), Trump mengakui bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempersulit upaya AS untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Trump mengatakan Netanyahu perlu "bertindak lebih bertanggung jawab terkait Lebanon."
Sebab, Israel tetap melancarkan serangan ke Lebanon untuk menargetkan milisi Hizbullah yang merupakan sekutu Iran. Sementara itu, gencatan senjata di Lebanon antara Israel dan Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan perundingan AS-Iran.
"Tanpa saya, tidak akan ada Israel karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang telah saya lakukan," kata Trump saat menjawab pertanyaan mengenai apakah ia merasa frustrasi menghadapi Netanyahu seperti dikutip CNN.
Dalam beberapa bulan terakhir, Trump memang kedapatan beberapa kali berselisih dengan Netanyahu terutama terkait perang melawan Iran.
Di satu sisi, Trump berupaya merampungkan perang yang ia mulai sejak 28 Februari dengan Iran secepatnya. Di sisi lain, Israel tampak ingin terus berperang dan tak ingin melihat AS-Iran berdamai.
Trump menilai pemimpin Israel itu beserta pemerintahannya justru mempersulit upaya AS mencapai kesepakatan dengan Iran karena serangan-serangan yang dilancarkan terhadap Hizbullah di Lebanon. Iran sendiri bersikeras bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata harus mencakup Lebanon.
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Bibi (sapaan Netanyahu), tetapi sekarang Bibi harus lebih bertanggung jawab terkait Lebanon," lanjut Trump.
Di sisi lain, Netanyahu berhati-hati untuk tidak terlibat konfrontasi terbuka dengan Trump. Saat berbicara mengenai kesepakatan AS-Iran pada Senin, ia mengatakan ada kalanya ia dan Trump tidak sependapat.
"Ada kalanya Presiden Trump dan saya tidak memiliki pandangan yang sejalan. Namun saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan Israel, dan hal itu harus dilakukan dengan bijaksana," ujar Netanyahu.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

13 hours ago
6

















































