Iran Tutup Total Jalur Penting Selat Hormuz, Dunia Bakal 'Gemetar'?

7 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran resmi menutup total jalur perdagangan penting global, Selat Hormuz, untuk semua pelayaran menyusul konflik yang meningkat antara mereka dengan Amerika Serikat dan Israel.

Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Iran dalam rilis resmi menyatakan penutupan tersebut berkaitan dengan alasan keamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selat Hormuz ditutup untuk transit semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dan setiap pergerakan akan menjadi sasaran," demikian laporan kantor berita Iran, IRNA, mengutip pernyataan militer, Kamis (11/6).

Mereka juga menegaskan Angkatan Bersenjata Iran akan memberi tanggapan "yang menghancurkan dan tegas" ke setiap agresi dan tindakan jahat pasukan AS di kawasan tersebut.

AS menggempur wilayah Iran pada awal pekan ini usai menuduh Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak pesawat Apache yang sedang patroli di sekitar Selat Hormuz.

Serangan mereka menyebabkan menara komunikasi dan fasilitas air Iran hancur. Tak lama setelah itu, Teheran meluncurkan balasan ke pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, serta Kuwait.

Iran dan AS kembali bertempur di tengah gencatan senjata yang dimulai sejak April dan diperpanjang tanpa rincian waktu.

Kesepakatan itu mencakup penghentian serangan dari AS dan sekutunya Israel ke Iran dan Lebanon. Namun, Iran menuduh mereka melanggar gencatan. Pertempuran pun terus berlanjut hingga kini.

Penutupan total Selat Hormuz oleh Iran diperkirakan akan membuat dunia kembali panik karena terputusnya salah satu jalur perdagangan penting dunia, terutama minyak mentah.

Sejumlah negara pun menyuarakan kekhawatiran tersebut dan meminta AS dan Iran kembali duduk di bangku negosiasi.

Desakan negara-negara

Rusia bahkan meminta Washington dan Teheran kembali membuka jalur komunikasi untuk negosiasi.

"Kami menyerukan kepada semua pihak dalam konflik ini untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, kepada AFP.

Peskov menambahkan bahwa eskalasi tersebut berisiko menimbulkan lebih banyak "konsekuensi negatif bagi situasi di kawasan dan ekonomi global."

Arab Saudi juga telah menyampaikan kekhawatiran mendalam jika saling serang kembali terjadi akan semakin memperparah konflik di Timur Tengah.

Saudi mendesak AS dan Iran kembali ke meja perundingan dengan mediasi dari Qatar dan Pakistan.

Turki juga mendesak kedua negara yang bertikai segera menghentikan aksi saling serang karena semakin membahayakan stabilitas kawasan.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |