Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menggempur kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah usai Presiden Donald Trump mengancam bakal menyerang fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain.
Markas Besar militer Iran Khatam Al Anbiya mewanti-wanti jika AS menyerang fasilitas nuklir atau fasilitas sensitif lain akan memicu serangan regional ke kepentingan AS, sekutu, dan pendukung Washington, demikian dikutip Anadolu Agency, Selasa (21/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut, lanjut mereka, akan dianggap sebagai perluasan perang dan akan ditanggapi dengan "kekuatan penuh" dari angkatan bersenjata.
Pernyataan itu muncul usai Trump mengancam akan menggempur tempat sentrifus nuklir Gunung Pickaxe di Natanz.
"Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras. Mungkin dalam waktu yang sangat dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," ucap Trump.
"Kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar," imbuh dia.
Pickaxe Mountain menjadi sorotan setelah muncul laporan Iran memindahkan ribuan sentrifus ke sana menyusul serangan AS dan Israel yang merusak fasilitas-fasilitas nuklir utama Iran selama konflik tahun lalu.
Nyaris dua pekan ini, AS menggempur Iran habis-habisan meski sempat gencatan senjata dan sepakat meneken nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran.
AS bahkan menggempur fasilitas sipil Iran seperti jembatan di sejumlah wilayah.
Iran tak tinggal diam, mereka meluncurkan balasan ke pangkalan AS di negara-negara Timur Tengah. Presiden Masoud Pezeshkian bahkan mendeklarasikan perang total gegara pasukan AS menggempur fasilitas sipil dan menargetkan mata pencaharian rakyat Iran.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
5
















































