Iran Pecat Direktur Media TV Gegara Salah Omong 'Matilah Khamenei'

13 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang Iran memecat direktur televisi provinsi Hamoun usai salah satu reporternya menyerukan narasi anti pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Media televisi pemerintah melaporkan pemecatan itu pada Rabu (10/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Direktur siaran saluran TV provinsi Hamoun dipecat menyusul kesalahan yang terjadi di jaringan provinsi," demikian menurut laporan itu, dikutip AFP.

Mereka juga melaporkan operator transmisi dan pengawasan siaran diskor. Tak cuma itu, staf lain yang terbukti bersalah juga dirujuk ke komite disiplin.

"Keputusan ini dibuat untuk menjaga disiplin profesional dan melindungi reputasi media," lanjut laporan itu.

Pemecatan ini bermula saat reporter Musab Rasoulizad melaporkan live peringatan 47 tahun peringatan Revolusi Islam Iran di Provinsi Sistan-Baluchistan.

Dia menggambarkan jumlah peserta demonstrasi dan teriakan soal "Allahuakbar."

Lalu, Rasoulizad mengatakan "Marg bar Khamenei (matilah Khamenei)." Frasa ini jarang terdengar di demonstrasi yang mendukung pemerintah, yang biasanya meneriakkan "Matilah Amerika", "Matilah Israel."

Dalam video terpisah, Rasoulizad meminta maaf atas apa yang terjadi. Dia menyebut insiden itu "kesalahan ucapan dan kekeliruan yang disiarkan dan jadi dalih bagi kelompok anti revolusioner."

Di hari peringatan Revolusi Islam Iran, warga di berbagai daerah juga turut menggelar demonstrasi. Pengunjuk rasa di Teheran meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

"Matilah Khamenei!"

"Matilah diktator!"

"Matilah Republik Islam," kata para demonstran.

Teriakan itu terdengar saat pihak berwenang menyalakan kembang api untuk menandai peringatan tanggal 22 Bahman, saat pemimpin Shah mengundurkan diri dan digantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Sementara itu, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi mengatakan jutaan warga turun ke jalan memperingati hari Revolusi Islam dan mendukung pemerintah.

"Anda bisa melihat bahwa jutaan orang akan turun ke jalan besok pagi untuk menunjukkan dukungan mereka kepada pemerintah Republik Islam Iran," kata dia pada Selasa malam di Jakarta.

Hari peringatan itu terjadi usai warga Iran menggelar demonstrasi besar-besaran sejak Desember tahun lalu.

Demo itu mulanya memprotes inflasi yang meroket dan berlangsung damai. Namun, demonstrasi menjadi kacau saat fasilitas umum mulai dibakar.

Pemerintah Iran menuding agen Israel dan Amerika Serikat menyusupi demo dan sengaja mengacaukannya. Mereka lantas menegaskan tak akan mengambil toleransi bagi pedemo yang melakukan kerusakan.

Menurut berbagai laporan pihak berwenang Iran menangkap ribuan pedemo. Sekitar 5.000 orang juga tewas dalam demo tersebut.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |