Curhat Warga Kuba Tercekik Blokade AS: Listrik Nyala 30 Menit Sehari

20 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Kuba sedang mengalami krisis makanan dan pemadaman listrik yang semakin parah menyusul krisis bahan bakar imbas blokade minyak oleh Amerika Serikat.

Seorang warga Kuba, Isben Peralta mengatakan kondisinya kepada CBC News terkait situasi krisis di negaranya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi saya, setiap perubahan akan lebih baik dibandingkan apa yang kami alami sekarang, karena kondisi yang kami jalani tidak manusiawi," kata Peralta.

"Beberapa dari kami yang memiliki usaha kecil masih bisa makan, tetapi banyak, sangat banyak orang yang tidak mampu. Kondisinya sangat buruk," tambah dia.

Peralta tinggal di Ciego De Avila, Kuba tengah, dan mengelola sebuah pizzeria kecil dari rumahnya.

Ia mengaku beruntung karena masih mendapatkan listrik beberapa jam tiap hari, meski dekat dengan lokasi pengiriman bahan bakar. Kadang ia bisa menikmati listrik selama tiga jam penuh.

Di wilayah lain di provinsinya, warga bisa kehilangan listrik hingga 10-11 jam, dan hanya mendapat sekitar 30 menit aliran listrik dalam sehari.

"Kami punya sedikit listrik... lalu diputus selama lima jam berturut-turut sebelum dinyalakan sebentar lagi," kata Peralta seperti dikutip CBC News.

Pada Minggu (8/2), Bandara Internasional jose Marti di Havana memperingatkan dalam NOTAM yang dipasang di situs Administrasi Penerbangan Federal (FAA), persediaan bahan bakar jet hampir habis.

Keesokan harinya, maskapai Kanada menghentikan layanan ke pulau itu dan memulangkan wisatawan.

Salah satu yang terdampak adalah Luis Escalona yang tinggal di Winnipeg, Kanada tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk bertemu keluarga di Holguin, Kuba tenggara.

Ia tidak bisa mengantar ibunya ke rumah sakit pada kunjungan bulan depan karena penerbangan dibatalkan.

"Saya sudah merencanakan menyewa mobil dan pergi bersamanya pada Maret nanti. Sekarang, ia harus menunggu karena listrik, pasokan, dan bensin tidak ada, dan penerbangan kami dibatalkan," ujarnya.

"Saya sangat kecewa... saya membeli banyak barang yang dibutuhkan keluarga saya untuk bertahan hidup, yang sulit atau tidak mampu mereka beli di Kuba," tambah dia.

Kuba dalam krisis

Kuba selama ini bergantung pada Venezuela untuk pasokan minyak. Sejak pertengahan Desember, negara itu tidak menerima minyak mentah dari sekutunya tersebut

Hal ini terjadi setelah AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyerang ibu kota, dan berupaya memblokir ekspor negara AS itu.

Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan sanksi terhadap sejumlah negara yang menjual bahan bakar ke Kuba.

Mantan duta besar Kanada untuk Kuba, Mark Entwistle, mengatakan pemerintahan Trump berupaya memberi tekanan untuk mencekik ekonomi Kuba hingga rezimnya runtuh.

Entwistle menilai Kuba sudah lama menghadapi kekurangan pangan dan obat‑obatan serta masalah energi, dan ditambah tekanan dari AS, sehingga Kanada akan perlu campur tangan.

"Saya tidak percaya pemerintahan Trump pun akan mencoba memblokir bantuan kemanusiaan untuk anak-anak yang kelaparan."

(rnp/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |