Jakarta, CNN Indonesia --
Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Iran menyatakan Selat Hormuz saat ini ditutup untuk semua kapal.
Karenanya, kapal-kapal yang nekat melintas akan diserang langsung oleh pasukan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan terbaru, Khatam Al Anbiya menyebut tindakan ini diambil sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat (AS) di sejumlah wilayah selatan Iran.
"Menyusul tindakan agresi berkelanjutan oleh Amerika Serikat yang kriminal dan mengingat serangan yang dilancarkan oleh militernya terhadap beberapa wilayah di provinsi selatan Hormozgan, Selat Hormuz dengan ini ditutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial," demikian pernyataan Khatam Al Anbiya.
Mereka menegaskan, "Setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut akan menjadi sasaran."
Pada Kamis (11/6) dini hari, sejumlah warga mengatakan kepada kantor berita Mehr bahwa ledakan terdengar di Bandar Abbas, Qeshm, Minab, Sirik, Pulau Hengam, dan beberapa daerah lainnya.
Koresponden Mehr juga melaporkan bahwa pertahanan udara telah diaktifkan di Distrik Mohr, Provinsi Fars di barat daya, dan Distrik Assaluyeh di selatan.
Beberapa jam setelah pernyataan Khatam Al Anbiya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa dua kapal tanker minyak telah menjadi target serangan mereka di Selat Hormuz.
Belum diketahui kapal negara mana yang diserang. Belum ada informasi pula mengenai skala kerusakan dan korban jiwa.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

18 hours ago
6















































