Jakarta, CNN Indonesia --
Pertemuan Timnas Spanyol dan Argentina di partai final Piala Dunia 2026 pada Minggu (19/7) kemarin, dinantikan banyak penggemar bola dunia. Bukan sekadar rivalitas di lapangan rumput tapi juga di bidang politik dan hubungan internasional.
Bahkan, melalui debat di media sosial, video, dan meme, ribuan penonton di seluruh dunia menegaskan bahwa bagi mereka, laga final kemarin mewakili solidaritas politik untuk Palestina di tengah genosida yang terus dilakukan Israel di Gaza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pro-Palestina vs Pro-Israel," kata seorang pengguna X tentang pertandingan tersebut.
Argentina menghadapi 'serangan' daring dari orang-orang yang menganggap juara bertahan itu terkait dengan Israel karena hubungan politik yang erat antara kedua negara.
Sementara itu, para politisi Israel ramai-ramai memanfaatkan media sosial pada Rabu untuk merayakan kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal.
Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dikenal luas sebagai salah satu pendukung Palestina yang paling vokal di Eropa, dikutip dari Middle East Monitor.
Namun sebenarnya hubungan orang-orang Argentina dan Spanyol sangat dekat. Bisa dikatakan mereka memiliki keturunan yang sama.
Britannica menuliskan kedekatan itu lewat kolonisasi sejak ratusan tahun silam. Adalah para penjelajah Spanyol yang datang ke Argentina.
"Kedatangan penjelajah Juan Díaz de Solís pada tahun 1516 menandai awal dari 300 tahun pemerintahan Spanyol," tulis Britannica. Di negara Amerika Latin itulah, para penjelajah itu mendirikan Buenos Aires, sebuah kota kecil yang kini menjadi ibu kota Argentina.
Terdapat cukup banyak perempuan Spanyol untuk menghasilkan keluarga Spanyol murni, dan dengan demikian dimulailah elite Kreol (orang Spanyol yang lahir di Dunia Baru). Perkawinan antara laki-laki Spanyol dan perempuan Indian menghasilkan keturunan mestizo, yang tumbuh menjadi perajin dan buruh di kota-kota kolonial atau penggembala dan pengemudi gerobak di pedesaan awal.
Pada tahun 1776, kepemimpinan politik wilayah luas yang diklaim oleh mahkota Spanyol berpusat di Buenos Aires.
Pasukan Inggris mencoba merebut Buenos Aires pada tahun 1806, tetapi penduduknya berhasil mengusir mereka dan satu dekade kemudian, pada tahun 1816, deklarasi kemerdekaan Argentina dari Spanyol atas desakan pahlawan nasional José de San Martín. Buenos Aires dijadikan ibu kota negara pada tahun 1862.
Pada abad 19 dan 20, migrasi orang Spanyol ke Argentina menjadi alah satu fenomena perpindahan penduduk terbesar dalam sejarah. Peristiwa ini membentuk fondasi bahasa, budaya, dan demografi negara Argentina modern. Arus migrasi mulai melambat drastis pada era Depresi Ekonomi Global (1930-an).
Semenjak itu pengaruh Spanyol menancap kuat di orang Argentina. Bahasa Spanyol menjadi bahasa resmi Argentina. Mereka menggunakan dialek khusus yang disebut Spanyol Rioplatense, yang memiliki ciri khas pelafalan unik.
Dan yang paling tampak adalah 20 marga yang paling umum di negara tersebut berasal dari bahasa Spanyol.
(imf/dna)
Add
as a preferred source on Google

23 hours ago
8
















































