Kondisi Kapal Induk AS Mengenaskan usai 280 Hari Perangi Iran

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kondisi kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln saat berlabuh di Thailand mengejutkan para pengamat, usai sembilan bulan lebih berperang melawan Iran.

Pada Rabu (2/9), USS Abraham Lincoln akhirnya bersandar ke pelabuhan Laem Chabang, Thailand, setelah lebih dari 280 hari berlayar di laut. Kapal sepanjang 1.100 kaki itu terlihat begitu mengenaskan karena dipenuhi karat dari haluan hingga buritan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

USS Abraham Lincoln meninggalkan pangkalan utamanya di San Diego pada November lalu untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah.

Sejumlah keluarga marinir dan awak kapal Lincoln belakangan mengeluhkan kondisi orang terkasih mereka yang sangat lama berada di laut. Banyak yang melaporkan penurunan moral imbas kelelahan akut, bahkan ada yang sampai terjun ke laut.

Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS yang menjalani tiga kali penugasan di kapal induk kelas Nimitz seperti Lincoln, mengatakan bahwa kondisi karat di sepanjang garis air pada kapal bukan hal aneh.

"Karat di sepanjang garis air bukanlah hal aneh pada kapal yang telah menghabiskan 60 hari atau lebih di laut," ucapnya, seperti dikutip CNN.

Ia berujar masalah karat tak bisa diatasi di laut, terutama di tengah kondisi perang. Oleh sebab itu, kru perlu didaratkan dan diturunkan untuk mengampelas karat, mengoleskan dua lapis cat dasar anti karat, serta dua lapis cat warna angkatan laut.

"Berdasarkan apa yang saya lihat, butuh sekitar 30 hari pekerjaan perawatan untuk menghilangkan semua karat," ucapnya.

Lincoln berlabuh di Thailand selama beberapa hari untuk memberi para pelaut dan marinir kesempatan beristirahat dan relaksasi penuh.

Selama waktu singgah ini, Schuster menduga akan ada perawatan kapal skala kecil, terutama untuk mengatasi karat.

"Mereka hanya akan melakukan pekerjaan prioritas tinggi selama kunjungan pelabuhan tujuh hari. Karat di haluan dan bagian lambung depan akan dikerjakan lebih dulu karena bagian-bagian tersebut paling banyak mengalami kerusakan saat kapal bergerak, dan menyerap korosi saat kapal bergerak di perairan asin, terutama di laut yang bergelombang," tuturnya.

Menurut Schuster, sebagian karat di bagian atas lambung kapal dapat diatasi saat kapal sedang berlayar. Namun, kapal harus dalam keadaan diam dan terbebas dari gelombang saat melakukan perbaikan.

Meski begitu, Schuster menggarisbawahi masalah lain terkait karat.

"Karat itu seperti penyakit menular. Ia menyebar. Jadi, lebih baik menanganinya sejak dini agar bisa dikendalikan atau masalah yang jauh lebih besar menanti di kemudian hari," tuturnya.

"Sifatnya melemahkan struktur baja apa pun yang diserangnya. Jadi, Anda harus menyingkirkannya sebelum berdampak fatal pada komponen Anda," lanjutnya.

Presiden AS Donald Trump belum memberikan komentar apa pun mengenai kondisi USS Abraham Lincoln sejak kapal tiba di Thailand.

(blq/rds)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |