Jakarta, CNN Indonesia --
Juru bicara Hamas Hazem Qassem buka suara usai anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menggelar pertemuan perdana di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2).
Board of Peace merupakan inisiasi Presiden AS Donald Trump dengan dalih solusi untuk Jalur Gaza Palestina. Organisasi itu terbentuk usai mengantongi izin Dewan Keamanan PBB melalui resolusi yang dikeluarkan pada tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qassem mengatakan tugas pokok anggota Dewan Perdamaian yakni memastikan pasukan Israel mematuhi sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata.
"Ujian sesungguhnya adalah kemampuan mereka memaksa pasukan pendudukan berhenti melanggar gencatan senjata, memenuhi kewajiban mereka, dan memulai upaya bantuan dan rekonstruksi yang tulus," kata Qassem kepada Al Jazeera, Kamis.
Israel dan Hamas sepakat gencatan senjata pada Oktober tahun lalu. Perjanjian tersebut mencakup penghentian pertempuran hingga penarikan pasukan Zionis secara bertahap dari Gaza.
Namun, sejak gencatan senjata diterapkan Israel berulang kali melakukan pelanggaran dengan terus menyerang warga dan objek sipil Gaza.
Selama Israel melanggar, tak ada tekanan konkret atau signifikan dari sekutu dekatnya Amerika Serikat, selaku pendiri Board of Peace. Komunitas internasional juga tak bisa banyak berbuat selain merilis pernyataan sikap berupa kecaman.
"Pengalaman beberapa bulan terakhir sejak gencatan senjata diberlakukan, pasukan pendudukan mengabaikan posisi-posisi tersebut selama tak disertai tekanan nyata," imbuh Qassem.
Israel meluncurkan agresi ke Palestina pada Oktober 2023. Sejak saat itu, mereka menggempur secara membabi buta warga dan objek sipil di Gaza.
Imbas agresi tersebut, lebih dari 72.000 warga di Palestina tewas, 171.728 mengalami luka-luka, dan jutaan orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur.
Gaza saat ini hanya tersisa reruntuhan bangunan dan penderitaan warganya.
BoP lalu muncul menawarkan sebagai solusi damai dan akan merekonstruksi Gaza. Anggota Dewan Perdamain ini terdiri dari 27 member tetap dan 22 pengamat atau observer.
Dalam pertemuan perdana Board of Peace, Trump mengumumkan Amerika Serikat menyumbangkan dana hingga US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun untuk merekonstruksi Gaza.
Negara seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Uzbekistan, Maroko, Bahrain, dan Qatar turut menyumbang sebesar US$7 miliar atau sekitar Rp118 triliun.
Meski menyumbang dana, AS merupakan sekutu dekat Israel dan kerap membantu pemerintahan Benjamin Netanyahu selama agresi. Mereka tak pernah mengambil langkah sangat tegas terhadap Israel bahkan ketika pasukan melanggar gencatan senjata.
(isa/rds)

17 hours ago
8
















































