Dubes Israel Danon Tantrum ke Utusan Khusus di Sidang PBB: Anda Diam!

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar (Dubes) Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon tantrum dan berteriak meminta salah satu utusan khusus PBB untuk diam saat berlangsung debat di Sidang Majelis Umum, Jumat (19/6).

Danon berteriak dan menyuruh diam utusan khusus PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata, Vanessa Frazier saat debat tentang masalah kekerasan seksual selama agresi Israel di Jalur Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Danon juga berteriak dan memaki Frazier memintanya untuk segera mengundurkan diri dari posisi utusan khusus PBB.

Keributan tersebut pecah saat diskusi di peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Konflik, dikutip dari Anadolu Agency.

Danon melontarkan kritik tajam kepada Utusan Khusus Sekjen PBB Pramila Patten untuk kekerasan seksual dalam konflik, menuntut pengunduran dirinya atas laporan tahun 2025 yang mendokumentasikan pola kekerasan seksual terhadap warga Palestina yang ditahan di Israel dan Wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Saat Danon menuduh Patten tunduk pada "obsesi sekretaris jenderal untuk menargetkan Israel," Vanessa Frazier mencoba menyanggah pernyataan Danon itu. Pernyataan tersebut dinilai sudah keluar dari esensi perdebatan dan malah menyerang pribadi salah satu peserta sidang.

"Maaf, tetapi saya harus menyampaikan poin ketertiban," kata Frazier.

Danon langsung menanggapi dengan meninggikan suaranya.

"Tidak, Anda diam! Karena saya sedang berbicara sekarang!" kata Danon.

"Memalukan kau. Kau adalah bagian dari obsesi ini," ia melanjutkan caciannya kepada Frazier.

Frazier menolak diam: "Ini seharusnya bukan masalah pribadi. Saya ingin poin ketertiban."

Danon kembali melanjutkan teriakannya ke arah Frazier.

"Kami tidak akan membiarkan Anda menindas kami. Kami adalah negara anggota, dan Anda bekerja untuk PBB, dan Anda akan diam sekarang. Anda akan diam, Anda dan laporan memalukan Anda," ujar Danon.

Danon kemudian menuduh Patten sebagai "kolaborator dalam aib ini."

Frazier baru-baru ini menerbitkan laporan yang memasukkan tentara dan pasukan keamanan Israel ke dalam daftar hitam karena pelanggaran berat terhadap anak-anak Palestina.

Laporannya itu mengungkapkan bahwa anak-anak mengalami penderitaan terparah atas pelanggaran berat sejak mandat dibuat tiga dekade lalu, dengan pasukan Israel bertanggung jawab atas sebagian besar pelanggaran untuk pertama kalinya.

Laporan tahun 2025 tentang kekerasan seksual juga mencatat bahwa Israel belum memberikan akses kepada badan PBB untuk memantau situasi, sementara bantuan kemanusiaan tetap sangat terbatas.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |