Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Bangladesh memerintahkan otoritas imigrasi untuk kembali menerapkan aturan "kecuali Israel" dalam paspor.
Kementerian Dalam Negeri pada Minggu (19/7) menyatakan frasa "Paspor ini berlaku untuk semua negara di dunia kecuali Israel" akan kembali muncul di paspor elektronik Bangladesh, demikian dikutip Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangladesh tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan tak mengakui negara tersebut. Kemendagri menyatakan aturan itu sejalan dengan kebijakan luar negeri Bangladesh, opini publik, dan komitmen dukungan negara ini ke Palestina.
Bangladesh sebetulnya pernah menerapkan kebijakan serupa pada 2020 di bawah pimpinan Perdana Menteri yang digulingkan Sheikh Hasina.
Selain soal Israel, Kemendagri juga mengarahkan pihak berwenang untuk menambahkan tanda sebagai penghormatan kepada tokoh-tokoh kunci yang tewas dalam pemberontakan pada Juli-Agustus 2024.
Saat itu, warga protes dan meminta Hasina mundur dari kursi perdana menteri setelah menguasai Bangladesh belasan tahun. Namun, demo tersebut diwarnai tindak kekerasan dari pihak berwenang.
Imbasnya, sekitar 1.400 warga tewas dan puluhan ribu orang mengalami luka-luka. Sementara itu, Hasina hingga kini hidup dalam perasingan di India.
Kemendagri juga merevisi gambar dan tanda dalam buku paspor elektronik telah dengan menghapus beberapa gambar yang terkait dengan pemimpin pendiri Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
5
















































