Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat dilaporkan enggan mencegat rudal-rudal dan drone-drone saat Israel kembali digempur Iran.
Laporan tersebut dibeberkan media CNN dengan mengutip sejumlah sumber anonim pejabat militer AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat Teheran kembali menyerang Israel, AS diklaim tak lagi mencegat rudal-rudal Teheran untuk melindungi Tel Aviv.
Tindakan pembiaran oleh militer AS itu menandai perbedaan besar di tengah konflik Timur Tengah yang membara sejak 28 Februari.
Di awal perang dengan Iran, AS mengerahkan rudal-rudal sistem pertahanan udara mereka di wilayah pendudukan Israel untuk melindungi Tel Aviv dari serangan Teheran.
Pejabat tersebut juga mengatakan kepada CNN bahwa militer Israel berkoordinasi erat dengan militer AS selama operasi tersebut.
Berdasarkan laporan tersebut, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir disebut telah melakukan dua dua kali pembicaraan dengan komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.
Ketegangan meningkat pada Minggu setelah Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata masih berlangsung. Iran kemudian meluncurkan rudal ke arah Israel utara, dan Israel kemudian melakukan sejumlah serangan udara terhadap Iran.
Kawasan Timur Tengah tetap tegang sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada akhir Februari. Aksi militer itu memicu pembalasan Iran terhadap Israel dan negara-negara Telul lainnya yang menampung aset militer AS.
Gencatan senjata sementara tercapai pada 8 April, tetapi negosiasi kemudian terhenti di tengah perselisihan mengenai implementasinya dan perkembangan regional selanjutnya.
Presiden AS Donald Trump kemudian percaya diri bahwa kesepakatan dengan Iran akan tercapai dalam waktu beberapa hari ke depan.
"[Kesepakatan mengakhiri perang] bisa dicapai dalam satu atau dua hari lagi, tapi saya pikir semuanya berjalan baik," kata dia pada Senin (8/6), dikutip Anadolu Agency.
Trump lalu berujar, "Mereka maju mundur, dan sekarang mereka semua sepakat melalui saya untuk berhenti, dan kita berada di tahap akhir dari kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan mengizinkan senjata nuklir dalam bentuk apa pun."
Lebih lanjut, Trump mengatakan Selat Hormuz juga akan langsung terbuka usai penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2














































