AS-Israel Diam-diam Mau Rebut Hak Urus Masjid Al Aqsa dari Yordania

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat dan Israel disebut "secara aktif berupaya" mencabut status Yordania sebagai wali penjaga historis kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina.

AS juga dilaporkan bersekongkol mendorong skema baru yang akan membuat pengelolaan situs suci umat Islam itu lebih selaras dengan kepentingan Israel. Hal itu diungkap sejumlah sumber kepada Middle East Eye (MEE).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pejabat AS, Yordania, dan Palestina, serta sumber Barat dan negara-negara Teluk Arab, mengatakan kepada MEE bahwa dalam rencana tersebut AS dan Israel berupaya menghentikan hak perwalian Masjid Al Aqsa yang selama ini dipegang otoritas Waqf Islam dan didukung Yordania.

AS dan Israel disebut berusaha menggantikan wewenang dan peran Waqf Islam atas Al Aqsa dengan badan baru bentukan pemerintah Israel. Badan ini nantinya akan mendeklarasikan Masjid Al Aqsa sebagai "pusat multiagama".

Menurut para pejabat yang meminta identitas mereka dirahasiakan karena membahas isu sensitif itu, "pengaturan baru" tersebut akan memberikan akses setara bagi Yahudi ke situs Muslim tersebut dan secara resmi mengizinkan ibadah Yahudi dalam kelompok besar.

Rencana AS dan Israel terkait kepengurusan Masjid Al Aqsa ini dipelopori menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, meski ia tidak memiliki jabatan resmi di pemerintahan AS. Kushner dikabarkan dibantu Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee.

Sumber-sumber itu mengatakan Israel pertama kali mengajukan ide tersebut kepada pemerintahan Trump hampir satu dekade lalu. Namun, tak lama setelah Huckabee menjabat sebagai duta besar AS untuk Israel tahun lalu, ia disebut "berulang kali" mendesak Washington agar merealisasikan rencana itu.

Jika terkonfirmasi, ini akan total mengubah status quo Masjid Al Aqsa selama ini yang diakui secara internasional sebagai situs beribadah umat Islam. Selain itu, di bawah status quo, umat Yahudi dilarang beribadah di kompleks masjid tersebut atau yang disebut umat Yahudi sebagai Tample Mount itu.

Dalam rencana itu, Israel juga disebut akan memiliki pengaruh besar dalam penunjukan imam, khatib, dan pejabat senior masjid, serta terlibat dalam persetujuan materi khutbah Jumat.

Dua pejabat AS mengatakan kepada MEE bahwa Washington telah menyusun dokumen mengenai visi mereka terhadap masa depan masjid tersebut. Mereka menyebut pemerintahan Trump ingin menghapus identitas Al Aqsa yang kental dengan Islam dan mengubahnya menjadi objek wisata ikonik yang menampung tiga agama Abrahamik.

Seorang pejabat Barat dan sumber yang mendapat pengarahan dari pemerintah Yordania mengatakan, berdasarkan proposal yang mereka lihat, negara-negara Arab dapat diberikan pengawasan "secara bergiliran" atas kompleks Masjid Al-Aqsa.

Mereka mengatakan Bahrain, Mesir, Maroko, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah diberi penjelasan mengenai proposal AS tersebut.

Menurut dua sumber Teluk Arab dan satu sumber lain yang memahami pandangan pemerintah Yordania dan Arab Saudi menolak proposal tersebut.

(rds/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |