Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan blokade AS di Selat Hormuz akan dihentikan secara permanen demi China dan dunia.
Melalui unggahan di Truth Social pada Rabu (15/4), Trump mengumumkan bahwa selat yang menjadi jalur lalu lintas 20 persen minyak dunia itu bakal dibuka secara permanen oleh AS.
Selat Hormuz saat ini di bawah blokade Iran dan AS. Sejak Senin (13/4), AS secara efektif memblokir jalur maritim dari dan ke pelabuhan Iran menyusul mandeknya negosiasi damai di Pakistan pada Sabtu (11/4) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"China sangat senang karena saya membuka Selat Hormuz secara permanen. Saya melakukannya untuk mereka dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi," kata Trump di Truth Social, yang diunggah kembali oleh akun X Gedung Putih.
Trump melanjutkan, ia setuju membuka blokade Selat Hormuz karena China sepakat untuk tidak mengirim senjata ke Iran. China belakangan dilaporkan membantu Iran berperang melawan AS-Israel lewat teknologi senjatanya. Tak ada konfirmasi resmi dari pemerintah China mengenai tudingan ini.
"Mereka telah setuju untuk tidak mengirim senjata ke Iran. Presiden Xi akan memeluk saya erat-erat ketika saya tiba di sana dalam beberapa minggu," tulisnya.
Trump dijadwalkan bertandang ke China dalam waktu dekat untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan kedua pemimpin diprediksi akan fokus membahas konflik di Timur Tengah serta tarif impor.
"Kami bekerja sama dengan cerdas dan sangat baik! Bukankah itu jauh lebih baik daripada berperang??? TAPI INGAT, kami sangat pandai berperang, jika diperlukan, dan jauh lebih baik dari siapa pun!!!" tutup Trump.
Dilansir dari The Independent, seorang pejabat pemerintah senior AS mengatakan meski Trump telah mengumumkan pembukaan Selat Hormuz, pada faktanya jalur vital tersebut masih tertutup.
"Blokade tersebut sepenuhnya berlaku dan berhasil. Seperti yang dilaporkan CENTCOM kemarin, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade, yang berdampak pada kapal yang bepergian dari dan ke Iran," ujarnya.
Pejabat tersebut mengatakan bahwa Trump telah mempersilakan negara-negara untuk membeli minyak dari AS sebagai gantinya.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
12















































