Nasib Pangkalan Udara Bawah Tanah Iran Oghab 44 saat Perang dengan AS

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pangkalan udara bawah tanah milik Iran, Oghab 44, dilaporkan mengalami kerusakan serius setelah menjadi target serangan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang berlangsung.

Serangan itu terjadi pada akhir Maret, tetapi serangan itu belum pernah dilaporkan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan analisis citra satelit yang ditinjau oleh The New York Times, terlihat sejumlah kawah akibat ledakan di sekitar pintu masuk terowongan yang mengarah ke tempat perlindungan pesawat di bawah pegunungan.

Kerusakan itu diduga menghambat akses menuju landasan pacu, sehingga berpotensi menjebak pesawat yang berbeda di dalam fasilitas itu.

Selain itu, sebuah bangunan yang terkait dengan proyek konstruksi di area pangkalan juga dilaporkan hancur.

Citra satelit juga memperlihatkan adanya gundukan tanah atau penghalang di landasan pacu, yang diduga sengaja dibuat oleh militer Iran untuk mencegah pendaratan pesawat musuh.

Analisis lebih lanjut terhadap citra sepanjang Maret menunjukkan adanya kerusakan baru yang muncul di akhir bulan.

Beberapa pintu masuk terowongan juga dilaporkan telah menjadi sasaran serangan sebelumnya dalam konflik yang sama.

Berbeda dari biasanya, dokumentasi kerusakan fasilitas militer ini tidak banyak terekam oleh warga sipil, sehingga sebagian besar bukti berasal dari citra satelit.

Hingga kini, pihak militer AS dan Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan itu.

Pangkalan Oghab 44 mulai dibangun sejak sekitar 2013 di wilayah selatan Provinsi Hormozgan, sekitar 160 kilometer di utara Selat Hormuz.

Landasan pacunya dikembangkan beberapa tahun kemudian, dan pada 2023 media pemerintah Iran sempat merilis rekaman yang memperlihatkan jet tempur dan drone beroperasi di fasilitas bawah tanah itu.

Dilansir dari Ynet News, Oghab 44 disebut sebagai pangkalan udara taktis pertama Iran yang dirancang untuk menampung dan mempersiapkan jet tempur, pesawat pembom, serta kendaraan udara nirawak untuk berbagai misi.

Pangkalan ini dilengkapi berbagai fasilitas, seperti area siaga, pusat komando, hanggar pesawat tempur, fasilitas perawatan dan perbaikan, sistem navigasi, hingga tangki bahan bakar, dikutip laporan media Iran Press TV.

Selain itu, Oghab 44 diklaim mampu membekali pesawat dengan sistem peperangan elektronik serta berbagai bom dan rudal.

Pangkalan bawah tanah ini memungkinkan pelaksanaan operasi udara jarak jauh dan memperluas jangkauan serangan strategis Iran.

(rnp/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |