Trump Klaim AS-Iran Bakal Bertemu di Qatar, Tapi Dibantah Teheran

20 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump mengeklaim Iran meminta pertemuan dengan Amerika Serikat di Qatar pada hari ini, Selasa (30/6). Namun Iran buru-buru membantah klaim tersebut.

Pengumuman itu datang usai Iran menggelar pembicaraan perdananya dengan Oman soal pengelolaan Selat Hormuz sejak kesepakatan AS-Iran diteken.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran telah meminta pertemuan, pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha!" tulis Trump di platform Truth Social pada Senin (29/6).

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengatakan bahwa utusan AS Steve Witkoff dan penasihat sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, akan terbang ke Doha untuk pertemuan itu.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan delegasi ahli mereka memang akan melakukan perjalanan ke Doha pekan ini, namun dengan tegas membantah adanya pertemuan dengan delegasi AS.

"Kami belum memasuki tahap negosiasi kesepakatan akhir," kata Baghaei, dikutip AFP.

"Dalam beberapa hari mendatang, kami tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi dengan pihak AS di tingkat mana pun," imbuhnya.

Baghaei menyebut prioritas Iran saat ini adalah berfokus untuk memastikan implementasi sesuai nota kesepahaman, dan secara serius mengejar tuntutannya dalam hal itu.

Dia mengatakan AS telah mengeluarkan izin yang diperlukan berdasarkan Pasal 10 dari nota kesepahaman itu terkait penjualan minyak, dan bahwa Iran sedang mengikuti proses implementasinya.

Sementara itu mengenai Pasal 11 tentang pelepasan aset Iran yang dibekukan, dia mengatakan proses implementasinya juga sedang berlangsung, dan bahwa delegasi Iran akan ke Doha akhir pekan ini untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

MoU berisi 14 poin antara Iran dan AS mulai berlaku pada 18 Juni, usai ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Berdasarkan memorandum tersebut, Pasal 1 mencakup gencatan senjata dan penghentian operasi militer, Pasal 4 membahas front Lebanon dan pengaturan penarikan pasukan Israel, sementara Pasal 5 mengatur navigasi sementara dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz.

Pasal 10 dan 11 masing-masing membahas ekspor minyak Iran dan akses ke aset yang dibekukan.

(dna)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |