Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban berhasil dilengserkan dari kekuasaannya selama 16 tahun. Ia dikalahkan telak oleh Peter Magyar, pemimpin partai oposisi tengah-kanan Tisza, dalam pemilihan umum (pemilu) pada Minggu (12/4).
"Kita berhasil," kata Magyar kepada para pendukungnya di alun-alun tepi Sungai Danube.
"Bersama-sama kita menggulingkan rezim Hungaria," ujarnya lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil hitung sementara dari 98 suara yang masuk menunjukkan Partai Tisza meraup 138 kursi dari ambang batas 133 kursi. Partai Fidesz pimpinan Orban sementara itu hanya memperoleh 55 kursi.
Siapa Peter Magyar?
Peter Magyar merupakan politikus konservatif sekaligus anggota parlemen di Parlemen Eropa berusia 45 tahun.
Ia dahulu anggota Partai Fidesz pimpinan Orban hingga menikah dengan Judit Varga, seorang tokoh terkemuka Fidesz, sampai tahun 2023.
Magyar dan Varga sempat tinggal selama sekitar 10 tahun di Brussels, Belgia, saat Magyar menjadi diplomat dan Varga bekerja untuk anggota Parlemen Eropa dari Fidesz. Mereka kemudian pindah kembali ke Budapest bersama ketiga putra mereka pada 2018.
Tahun berikutnya, Varga diangkat sebagai menteri kehakiman Orban, yang kemudian ditinggalkan pada 2023 karena ia memimpin Fidesz di pemilihan Parlemen Eropa 2024.
Namun, rencana itu berantakan setelah skandal mengguncang Fidesz pada awal 2024. Presiden Hungaria saat itu, Katalin Novak, mengampuni seorang mantan pejabat yang dihukum karena membantu menutupi pelecehan seksual terhadap anak laki-laki di bawah umur di sebuah panti asuhan.
Terungkapnya pengampunan tersebut lantas merusak citra pemerintahan Orban sebagai pembela nilai-nilai Kristen dan keluarga.
"Inti dari definisi diri Fidesz adalah bahwa mereka konservatif, ramah keluarga, dan melindungi anak-anak," kata Peter Kreko, ilmuwan politik yang memimpin Political Capital, sebuah lembaga kajian di Budapest, kepada CNN.
Menurut Kreko, bagi banyak pemilih, pengampunan ini mengungkap "kemunafikan" pemerintahan Orban. Varga, yang juga terlibat dalam pengampunan, akhirnya mengundurkan diri diduga karena paksaan Orban. Karena masalah ini, ada "permintaan besar akan seseorang yang dapat menantang Orban". Magyar saat itu melangkah maju ke panggung politik.
Pada Februari 2024, Magyar memberikan pernyataan mengejutkan kepada media Hungaria mengenai Orban. Ia mengatakan Orban dan kroninya "bersembunyi di balik rok" dalam skandal pengampunan.
Magyar juga terang-terangan mengungkap bahwa beberapa keluarga di Hungaria "memiliki setengah (kekayaan) negara" berdasarkan informasi yang ia peroleh dari kedekatannya dengan pemerintah.
Pada tahun tersebut, Magyar pun pindah ke Partai Tisza dan dengan cepat naik menjadi pemimpinnya. Di bawah kepemimpinannya, Tisza secara tak terduga memenangkan nyaris 30 persen suara Hungaria dalam pemilihan Parlemen Eropa pada Juni 2024. Magyar akhirnya menjadi Anggota Parlemen Eropa (MEP).
Selama kampanye pemilu tahun ini, Magyar terus menjadikan korupsi sebagai tema utamanya. Ia mengatakan kepada Partizan bahwa citra Orban sebagai pembela kedaulatan nasional hanyalah "kedok... untuk menyembunyikan cara kerja mesin kekuasaan dan untuk memperoleh kekayaan yang sangat besar."
Magyar cukup berhati-hati dalam isu LGBTQ. Ia menghindari menyebut gerakan tersebut dan menyatakan bahwa Hungaria butuh pemimpin yang dapat "melindungi dan mewakili semua warga".
Magyar juga mengambil sikap serupa terhadap masalah Ukraina. Tak seperti Orban yang tegas menentang bantuan untuk Ukraina, Magyar menolak membahas kebijakan luar negeri selama kampanye.
Sikap bungkam Magyar mengenai Ukraina telah menyebabkan beberapa pihak berspekulasi bahwa Hungaria di bawah kepemimpinannya akan sama seperti di bawah Orban, yakni menghalangi upaya Uni Eropa membantu Kyiv.
Namun, menurut Mujtaba Rahman, direktur pelaksana untuk Eropa di Eurasia Group, banyak orang di Brussels memahami bahwa Magyar hanya ingin mencegah Partai Fidesz mencari celah untuk menyerangnya.
(blq/dna)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
3














































