Perundingan AS-Iran Gagal Total hingga India Sebar Buaya di Perbatasan

9 hours ago 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar pada Sabtu (11/4) gagal mencapai kesepakatan.

Usai pembicaraan berakhir, AS dan Iran saling menyalahkan atas gagalnya negosiasi yang berlangsung selama 21 jam tersebut.

Sementara itu pemerintah India disebut sedang mengkaji proposal keamanan, untuk mengerahkan buaya dan ular berbisa di perbatasan dengan Bangladesh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rangkumannya dalam Kilas Internasional hari ini, Senin (13/4).

Versi AS dan Iran soal Penyebab Gagalnya Perundingan Damai di Pakistan

Amerika Serikat(AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang meski telah menggelar perundingan maraton hingga Minggu (12/4). Keduanya saling menyalahkan penyebab kegagalan negosiasi tersebut.

"Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat," kata Wakil Presiden JD Vance, kepala delegasi AS.

Vance mengatakan Iran telah memilih untuk tidak menerima syarat-syarat AS, termasuk tidak membangun senjata nuklir.

Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana ketidakpercayaan.

"Wajar jika kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan hanya dalam satu sesi," kata juru bicara tersebut, seperti dikutip media Iran.

India Pertimbangkan Sebar Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

Pemerintah India tengah mengkaji proposal keamanan yang tidak lazim untuk menjaga perbatasan wilayahnya.

Otoritas setempat mempertimbangkan untuk mengerahkan buaya dan ular berbisa di sepanjang celah sungai yang berbatasan dengan Bangladesh, titik di mana pembangunan pagar fisik sulit atau mustahil dilakukan.

Laporan dari Independent menyebutkan bahwa usulan ini tengah didiskusikan secara internal oleh Pasukan Keamanan Perbatasan (BSF) sebagai alternatif penghalang fisik di wilayah yang rawan banjir dan rawa.

Dari total 853 Km area yang belum dipagari, sekitar 177 Km dianggap tidak cocok untuk konstruksi permanen karena jalur air yang berpindah-pindah dan risiko banjir yang tinggi.

Murka Perundingan dengan Iran Gagal, Trump Ancam Blokade Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz tak lama setelah kesepakatan damai dengan Iran gagal tercapai.

Trump mengatakan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) akan mencegat kapal-kapal yang telah membayar biaya melintas Selat Hormuz kepada Iran.

"Efektif segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses MEMBLOKADE setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tulis Trump di akun Truth Social, Minggu (12/4).

Trump juga mengatakan AS akan mencari dan mencegah pelayaran bagi kapal mana pun yang telah membayar biaya kepada Iran. Mereka juga akan mulai membersihkan ranjau dari selat tersebut.

(tim)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |