Jakarta, CNN Indonesia --
Indonesia diperkirakan akan mengirimkan sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Sementara itu Iran disebut setuju untuk kurangi pengayaan uranium, jika Amerika Serikat juga mencabut semua sanksi atas Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Rabu (11/2).
RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan TNI ke Gaza Dukung Misi Board of Peace
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan Indonesia akan mengirim sekitar 8.000 pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).
Pasukan ISF ini merupakan bagian dari upaya Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza.
Prasetyo menuturkan hingga kini Indonesia masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan, termasuk komposisi personel dari masing-masing negara yang terlibat.
Menurutnya, ada sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara yang akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.
Trump Ngotot Mau Ganti Rezim di Kuba
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan membidik pergantian rezim di Kuba dengan menjajaki dukungan dari kalangan dalam pemerintahan Havana.
Upaya itu disebut dilakukan melalui pencarian pejabat Kuba yang bersedia menjalin kesepakatan dengan Washington.
The Wall Street Journal mengutip sejumlah pejabat AS anonim, melaporkan pada Rabu lalu pemerintahan Trump belum memiliki "rencana yang jelas" terkait Kuba.
Namun, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS baru-baru ini disebut dijadikan contoh sekaligus peringatan bagi Kuba.
Iran Setuju Pangkas Pengayaan Uranium jika AS Lakukan Ini
Iran akan mempertimbangkan untuk mengurangi pengayaan uraniumnya apabila Amerika Serikat mencabut semua sanksi terhadap Teheran.
Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan Teheran bersedia mengurangi pengayaan uranium jika AS mencabut segala sanksi ekonominya terhadap Iran.
"Kemungkinan untuk mengurangi pengayaan uranium bergantung pada apakah semua sanksi dicabut sebagai imbalannya," kata Eslami pada Senin (9/2), seperti dikutip Reuters.
(dna)

3 hours ago
1

















































