Pemukim Israel Serang-Bakar Properti Warga Palestina di Tepi Barat

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemukim Israel masih terus menggencarkan aksi kekerasan ke warga Palestina dan propertinya di Tepi Barat, wilayah yang diduduki kolonialisme Zionis.

Kantor berita Palestina, WAFA, memberitakan beberapa warga Palestina terluka akibat aksi kekerasan dan pembakaran yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat akhir pekan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons hal tersebut militer Israel (IDF) mengonfirmasinya, dan mengecam keras kekerasan yang dilakukan. IDF dan kepolisian Israel pun diklaim telah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi.

"Tadi malam, pasukan IDF dan polisi perbatasan dikerahkan ke beberapa desa Palestina... menyusul laporan tentang warga sipil Israel yang melakukan tindakan pembakaran terhadap bangunan dan properti, serta terlibat dalam kerusuhan di daerah tersebut," demikian pernyataan IDF yang dikutip dari AFP, Minggu (22/3).

"Pasukan keamanan mengutuk kekerasan dalam bentuk apa pun dan akan terus bertindak untuk menjaga keamanan penduduk dan ketertiban umum di daerah tersebut,"imbuhnya.

WAFA mewartakan aksi kekerasan pemukim Israel itu terjadi pada Sabtu (21/3) malam lalu. Rumah-rumah dan kendaraan milik warga Palestina di desa Fandaqumiya, di selatan Jenin, Tepi Barat, dibakar koloni Israel.

Berdasarkan keterangan saksi, sekelompok besar pemukim Israel tiba-tiba menyerbu desa itu dan melakukan perusakan hingga pembakaran properti milik warga Palestina di Tepi barat itu. Warga Palestina yang mencoba mencegah kemudian mengalami luka-luka.

Serangan di Fandaqumiya itu, diberitakan WAFA, adalah salah satu dari rangkaian kekerasan yang dilakukan pemukim Israel maupun aparat zionis di Tepi Barat akhir pekan ini.

Lainnya, misalnya adalah di kota Seilat al-Dhahr yang juga berada di selatan Jenin. Warga koloni itu menargetkan beberapa rumah di kota tersebut, mencoba membakarnya, dan melakukan penyerangan fisik terhadap seorang warga hingga mengalami luka-luka.

WAFA memberitakan Kepresidenan Palestina mengutuk 'serangan-serangan teroris oleh kelompok koloni Israel' ke desa-desa, komunitas, dan perkemahan di Tepi Barat. Kepresidenan Palestina yang berada di Tepi barat itu menekankan aksi-aksi kekerasan tersebut merupakan eskalasi serius yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah kolonialisme Israel.

Kepresidenan Palestina menekankan bahwa pembunuhan warga sipil, pembakaran properti, dan tindakan kekerasan terorganisir dan sistematis, dilakukan di bawah perlindungan pasukan kolonialisme Israel, dan dengan dukungan pemerintah sayap kanan Zionis yang ekstremis.

Mengutip dari AFP, kekerasan mematikan yang dilakukan kelompok pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah meningkat tajam sejak dimulainya perang Timur Tengah. Perang yang dimulai setelah Israel berkolaborasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengebom Iran pada akhir Februari lalu atau awal Ramadan 1447 Hijriah.

Menurut perhitungan data dari kementerian kesehatan yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat, Enam warga Palestina telah ditembak mati dalam serangan pemukim di Tepi Barat sejak 1 Maret, 

Hal itu terjadi setelah kekerasan di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967, secara lebih luas meningkat tajam sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu agresi besar-besaran Zionis ke Gaza.

Melansir dari AFP, berdasarkan angka kementerian kesehatan Palestina, pasukan atau pemukim Israel telah membunuh setidaknya 1.050 warga Palestina - banyak di antaranya militan, tetapi juga puluhan warga sipil - di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza.

Angka resmi Israel mengatakan 45 warga Israel, termasuk tentara dan warga sipil, juga telah tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel.

(afp/wafa/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |