Jakarta, CNN Indonesia --
Malaysia masih memantau dan mempertimbangkan perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus mendatang menyusul kabut asap yang terus meluas dan memburuk, terutama di Sarawak.
Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Datuk Seri Arthur Joseph Kurup akan membawa persoalan terkait penyelenggaraan ke rapat kabinet apabila kondisi kabut asap di negara tersebut terus memburuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kualitas udara di sejumlah daerah di Malaysia belakangan memang terus memburuk imbas kabut asap kiriman kebakaran hutan di beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatra dan Kalimantan yang terus meluas.
Menteri Datuk Seri Arthur Joseph Kurup mengatakan langkah tersebut diperlukan agar keputusan yang tepat dapat diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat, mengingat kedua perayaan tersebut melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar serta berbagai kegiatan di luar ruangan.
Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan kondisi cuaca pada Hari Kebangsaan yang jatuh pada 31 Agustus, karena prakiraan yang lebih akurat baru dapat diberikan empat atau lima hari sebelum tanggal tersebut.
"Karena itu, kami akan terus memantau situasi. Namun, jika kondisinya mengkhawatirkan, saya akan membawa masalah ini ke rapat kabinet agar kami dapat mengambil keputusan selanjutnya. Tetapi pada dasarnya, prioritas utama selalu memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat," kata Arthur saat menghadiri upacara penutupan dan pemberian penghargaan ASEAN and Asia Records Banding Trail Adventure 2026 (BTA2026) di Pulau Banding, seperti dikutip The New Strait Times, Jumat (21/8).
Arthur mengatakan pendekatan yang sama akan diterapkan untuk perayaan Hari Malaysia pada 16 September. Namun, ia berharap kondisi cuaca tetap mendukung sehingga kedua perayaan dapat berlangsung sesuai rencana.
Ia mengatakan laporan awal hari ini menunjukkan bahwa dari 68 stasiun pemantauan kualitas udara di seluruh negeri, tiga mencatat kualitas udara baik, 56 berada pada kategori sedang, delapan tidak sehat, dan satu sangat tidak sehat. Sebagian besar wilayah yang terdampak berada di Sarawak bagian selatan.
"Sejauh ini, sebagian besar titik panas berada di Kalimantan dan Sumatra. Untuk Malaysia, yang dapat saya sampaikan adalah sebagian besar wilayah terdampak berada di Sarawak bagian selatan karena wilayah tersebut berdekatan dengan Kalimantan," ujar Arthur.
Per Jumat, jumlah sekolah yang terpaksa tutup dan diliburkan imbas kabut asap yang terus memburuk di Sarawak mencapai 591 sekolah.
"Karena itu, kami akan terus memantau situasi dan memberikan imbauan kepada masyarakat. Jika situasinya semakin mengkhawatirkan, kami akan mengeluarkan imbauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," katanya menambahkan.
Arthur mengatakan NRES, bersama Departemen Meteorologi Malaysia dan Departemen Lingkungan, telah meningkatkan kegiatan pemantauan menyusul kondisi cuaca yang lebih kering serta bertambahnya titik panas. Upaya koordinasi juga diperkuat, terutama dengan negara-negara di kawasan ASEAN.
"Baru-baru ini, dalam pertemuan ASEAN mengenai isu kabut asap lintas batas, saya bertemu dengan mitra saya dari Indonesia. Kami bekerja sama dan sepakat untuk meningkatkan upaya dalam menangani masalah ini," tambahnya.
(rds)

11 hours ago
8















































