Jakarta, CNN Indonesia --
Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia masuk kategori mengkhawatirkan atau sangat tak sehat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia.
Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada Jumat (21/8) pukul 20.00 waktu setempat mencatat indeks kualitas udara di Kota Serian negara bagian Sarawak di angka 203 dan masuk kategori "sangat tidak sehat."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
APIMS juga mencatat indeks kualitas udara di tujuh wilayah lain masuk kategori "tak sehat." Wilayah itu yakni Sri Aman dengan indeks 182, Kuching 172, dan Samarahan 171, Sarikei 168, Samalaju 156, Bintulu 156, dan Mukah 144.
Indeks Polusi Udara Malaysia mengklasifikasikan angka 0-50 sebagai kualitas udara sehat, 50-100 masuk kategori sedang, 101-200 tak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk dalam kategori bahaya.
Kementerian Kesehatan Malaysia menyarankan bagi masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat indeks udara melebihi 100 dan segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.
Kementerian juga akan memperkuat pengawasan terhadap penyakit terkait kabut asap dan meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan tenaga medis.
Kabut asap menerjang sejumlah wilayah di Malaysia menyusul kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan kebakaran.
Indonesia juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengkondisikan awan agar bisa hujan.
Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan instruksi yang mewajibkan pemerintah daerah melakukan aksi pencegahan masif, intensifikasi, patroli gabungan, dan pemantauan ketat tinggi muka air tanah gambut, pembasahan lahan rawan hingga pemantauan sekat kanal.
(isa/bac)

3 hours ago
4

















































