Istri Netanyahu Tuduh Eks Perwira Israel Cari Muka soal Serbuan Hamas

13 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Sara Netanyahu, menuding mantan wakil pasukan keamanan Israel (IDF) Yair Golan sudah tahu akan ada penyerbuan mendadak dari Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menurut Sara, Yair Golan berkendara pada 7 Oktober ke tempat terjadinya serangan di festival musik Nova untuk menyelamatkan orang-orang, kemudian mendapat pujian atas tindakannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kata Sara, dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 yang sangat pro-pemerintah, respons cepatnya terhadap pembantaian itu berarti dia telah mendapat peringatan sebelumnya.

"Ketika Anda seorang militer dengan pangkat setinggi itu, yang mengaku bertempur pada 7 Oktober, Anda sudah berada di sana sejak pagi buta, sudah berpakaian dan siap pada jam yang sangat, sangat dini ketika orang lain tidak tahu, seperti perdana menteri," katanya.

Yair Golan kini menjabat sebagai ketua partai sayap kiri di Israel, Partai Demokrat, yang menjadi seteru Benyamin Netanyahu dan pendukung sayap kanan.

Sementara itu, petinggi Partai Demokrat, mengecam pernyataannya dalam sebuah unggahan di X, dengan mengatakan bahwa mereka "dengan tegas mengutuk kata-kata fitnah dan kebohongan Sara Netanyahu malam ini di Channel 14."

"Menyebarkan teori konspirasi terhadap Jenderal Yair Golan, dan mencoreng kepahlawanannya pada 7 Oktober, telah melewati batas yang mendekati kegilaan," demikian pernyataan partai tersebut.

"Sementara [Benjamin] Netanyahu bergegas merias wajah dan mencari alasan, Yair Golan maju dan menyelamatkan nyawa. Fakta tidak akan berubah, tidak peduli seberapa banyak keluarga Netanyahu dan Channel 14 mencoba untuk menulis ulang fakta tersebut."

Sara Netanyahu bukanlah anggota keluarga dekatnya yang pertama menyebarkan teori konspirasi tentang 7 Oktober.

Putra dewasa keluarga Netanyahu, Yair, menyebut ada pengkhianatan menjelang serangan itu. Hal itu kemudian mendorong perdana menteri untuk mengatakan kepada anggota parlemen bahwa meskipun "terjadi kegagalan intelijen yang serius" menjelang serangan 7 Oktober, "tidak ada pengkhianatan."

(imf/bac)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |