Jakarta, CNN Indonesia --
Dua serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan dua orang dan melukai tujuh orang lainnya pada Minggu (23/8) waktu setempat.
Serangan ini terjadi di tengah peringatan Israel bahwa mereka akan meningkatkan serangan ke Gaza, menyusul peluncuran balon, drone, hingga layang-layang dari Gaza ke arah Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters, salah satu serangan Israel menghantam sebuah bangunan di kota Zawayda, usai adanya peringatan dari militer Israel agar pemilik properti meninggalkan area itu.
Petugas medis mengatakan puing-puing yang beterbangan dan serpihan logam yang menyebar hingga puluhan meter di sekitarnya melukai enam orang, termasuk anak berusia empat tahun bernama Mohammad Abdel Salam Taha yang kemudian dinyatakan meninggal dunia.
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa,. Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai," kata seorang warga Palestina, Abu Ahmed.
Sementara itu serangan udara kedua terjadi di kamp pengungsi Nuseirat yang terletak tidak jauh dari lokasi pertama. Israel mengeklaim pihaknya sedang menyelidiki kedua serangan tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu (22/8) malam, Israel mengatakan telah menyerang dan menewaskan seorang milisi senior Hamas bernama Sharif Al-Hasnat di kota Deir Al Balah. Mereka mengeklaim anggota milisi itu memimpin upaya untuk memulihkan infrastruktur bawah tanah Hamas.
Hamas juga menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan merusak upaya perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Lebih dari 1.280 warga Palestina tewas di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025 lalu. Gencatan senjata itu juga gagal menghentikan serangan militer Israel, yang diklaim bertujuan menggagalkan serangan oleh Hamas dan milisi lainnya di Gaza.
(dna)

1 day ago
9
















































