Jakarta, CNN Indonesia --
Inggris akan mengizinkan Ukraina mengakses teknologi rudal mereka sehingga misil jelajah rancangan London atau Paris bisa diproduksi di negara Eropa Timur itu.
Paris dan Kyiv ingin mendirikan jalur produksi Ukraina untuk rudal jelajah Système de Croisade Autonome a Longue Portée - Emploi General (SCALP) atau Storm Shadow di Inggris, pada akhir tahun ini. Deklasifikasi informasi tentang komponen rudal buatan Inggris merupakan langkah kunci mencapai tujuan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rakyat Ukraina tak perlu ragu. Inggris mendukung Anda hari ini dan selama diperlukan," kata Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, saat mengunjungi Kyiv dalam rangka memperingati kemerdekaan Ukraina pada Senin, (24/8).
"Keamanan Ukraina adalah keamanan kita," imbuh dia dalam pernyataan resmi, dikutip CNN.
Burnham juga menjadi ketua dalam Koalisi Negara-negara yang Bersedia (Coalliton of the Willing), aliansi internasional yang bakal membantu Ukraina jika bantuan Amerika Serikat berkurang.
SCALP adalah senjata jarak jauh dengan persenjataan konvensional yang mampu melakukan serangan jarak jauh, dan Ukraina menggunakan versi impor terhadap target selama perang dengan Rusia.
Menurut proyek Ancaman Rudal di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) rudal Storm Shadow dilengkapi mesin turbojet, punya jangkauan 550 km, dan bisa membawa hulu ledak hingga sebesar 400 kilogram.
Rudal SCALP ditembakkan dari jet tempur Su-24 atau Mirage 2000 milik Ukraina dan berupaya menghindari pertahanan udara dengan terbang mengikuti kontur medan.
Ukraina menggunakan rudal ini untuk menyerang bunker komando atau target militer yang terpendam.
Inggris dan Prancis belum mengumumkan berapa banyak rudal SCALP/Storm Shadow yang sudah dipasok ke Ukraina hingga saat ini.
Menanggapi langkah tersebut, Rusia murka. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Inggris terlibat dalam perang.
"Dan menambah bahan bakar ke dalam api," ujar dia.
(isa/bac)

10 hours ago
7
















































