Iran Sebut AS Pakai Taktik Hitler: Mereka Mulai Perang, Tapi Protes

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyebut Amerika Serikat menggunakan taktik pemimpin Nazi, Adolf Hitler, setelah menyalahkan Teheran atas kenaikan harga bahan bakar di negaranya sendiri.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengkritik para pejabat AS yang menyalahkan Teheran atas kenaikan harga bahan bakar di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baghaei tidak habis pikir pihak AS justru menyalahkan Iran. Baghaei mengatakan AS sendiri yang menciptakan krisis tersebut ketika memulai perang pada Februari lalu, yang berujung pada penutupan Selat Hormuz dan terganggunya pelayaran komersial.

"Para pejabat AS menyalahkan Iran atas kenaikan harga bahan bakar, seolah-olah ingatan publik begitu pendek hingga lupa siapa sebenarnya yang memulai perang agresi, dan tindakan yang memicu krisis hingga berujung pada penutupan Selat Hormuz serta terganggunya pelayaran komersial," tulis Baghaei melalui akun X.

Baghaei kemudian menyebut tindakan AS menyalahkan Iran adalah taktik yang pernah digunakanAdolf Hitler saat menginvasi Polandia.

[Gambas:Twitter]

"Namun, ini bukanlah taktik baru. Pada tahun 1939, Hitler melakukan hal serupa dengan melabeli invasinya ke Polandia sebagai tindakan defensif," tulis Baghaei.

Terakhir, Baghaei menyebut tindakan yang dilakukan pemerintahan Donald Trump sebagai gejala The March of Folly. The March of Folly adalah sebuah buku karya Barbara W. Tuchman, yang membahas paradoks ketika pemerintah menjalankan kebijakan yang justru bertentangan dengan kepentingan mereka sendiri.

"Ketika pihak yang memicu 'perang pilihan' yang melanggar hukum, justru menyalahkan korbannya atas dampak yang timbul, patutkah hal ini dipandang sebagai kecemerlangan strategis? Atau ini sekadar gejala klasik dari 'The March of Folly'," tulis Baghaei.

(har/rds/bac)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |