Jakarta, CNN Indonesia --
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberi syarat bagi negara-negara yang ingin kapal tanker minyaknya bisa melintas dengan aman di Selat Hormuz.
IGRC menyatakan kapal-kapal bisa melintas mulai Selasa (10/3) ini jika duta besar Israel dan Amerika Serikat diusir dari negara mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan stasiun televisi Iran, IRIB, IRGC menyebut negara-negara Arab maupun Eropa punya "hak dan kebebasan penuh" untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut apabila memutuskan hubungan diplomatik dengan AS-Israel, demikian dilaporkan CNN.
Iran telah menutup Selat Hormuz sejak diserang AS-Israel pada 28 Februari lalu. Jalur sempit selebar 33 kilometer ini bertanggung jawab atas lalu lintas 20 persen minyak mentah dunia dan gas alam cair (LNG).
Kapal-kapal tanker berbagai negara saat ini mandek karena IRGC mengancam akan menyerang kapal apa pun yang berani melintas, kecuali punya China dan Rusia sekutunya.
Penutupan Selat Hormuz, serta eskalasi perang belakangan, telah mendorong harga minyak dunia meroket hingga mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 pada Senin (9/3). Minyak dunia kemarin tembus US$119 per barel.
Menurut laporan CNN lainnya, Iran saat ini juga berencana memungut "bea masuk keamanan" di Teluk Persia bagi kapal-kapal tanker dan komersial milik AS, Israel, dan sekutunya.
Sumber Iran yang mengetahui rencana tersebut mengatakan ini merupakan salah satu strategi agar Trump cepat tunduk pada Iran dan berhenti menggempur Teheran.
"Kami memegang kendali atas harga minyak dunia dan untuk waktu yang lama AS harus menunggu tindakan kami untuk mengendalikan harga. Harga energi sudah tidak stabil dan kami akan terus berjuang sampai Trump menyatakan kekalahan," bebernya.
(blq/bac)

6 hours ago
5

















































