Jakarta, CNN Indonesia --
Iran kembali meluncurkan rentetan rudal ke negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah pada Rabu (25/3), saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal kemajuan pembicaraan dengan Teheran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan gelombang rudal diarahkan ke Israel serta pangkalan yang menampung pasukan AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain sebagai bagian dari serangan balasan terhadap operasi militer AS dan Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas penerbangan sipil Kuwait melaporkan sebuah drone menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait dan memicu kebakaran dengan kerusakan terbatas.
Dilansir AFP, Kementerian Dalam Negeri Bahrain, melaporkan sirene serangan udara diaktifkan, sementara otoritas Yordania menyebut serpihan proyektil jatuh di dekat ibu kota Amman tanpa korban jiwa.
Arab Saudi juga menyatakan telah mencegat sedikitnya empat drone di wilayah timur kerajaan.
Sementara itu, Israel mengatakan pihaknya kembali menyerang "infrastruktur rezim teror Iran" setelah mendeteksi peluncuran rudal terbaru itu.
Di tengah eskalasi militer itu, Trump mengatakan Washington saat ini "sedang bernegosiasi" dengan Teheran.
"Mereka melakukan sesuatu kemarin yang sebenarnya luar biasa. Mereka memberi kami hadiah, dan hadiah itu tiba hari ini. Hadiah yang sangat besar dan bernilai sangat tinggi," ujar Trump kepada wartawan di Oval Office.
"Itu berarti satu hal bagi saya, kami berhadapan dengan pihak yang tepat," tambah dia.
Trump tidak menjelaskan lebih lanjut, namun menyebut perkembangan itu berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur strategis yang dibatasi Iran sebagai respons atas serangan AS dan Israel.
Para pejabat Iran belum mengonfirmasi adanya perundingan resmi. Namun, The New York Times, melaporkan Washington telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran melalui Pakistan sebagai mediator perang.
Ketegangan yang mulai mereda membuat pasar global sedikit tenang. Harga minyak turun, sementara bursa saham di Asia naik.
Meski ada peluang kesepakatan, The Wall Street Journal melaporkan AS tetap berencana mengirim sekitar 3.000 tentara tambahan ke Timur Tengah.
Selat Hormuz kini telah menjadi perhatian internasional. Melalui pesan yang diedarkan Organisasi Maritim Internasional (IMO), Iran menjamin jalur aman bagi kapal "non-musuh."
Namun, Iran menyatakan kapal milik AS dan Israel tidak akan diizinkan melintas.
Trump sebelumnya mengancam akan mengambil tindakan militer jika Iran tidak membuka jalur itu, tetapi kemudian memperpanjang tenggat waktu lima hari dengan alasan adanya kemajuan diplomatik.
(rnp/bac)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
10
















































