Hizbullah Baku Tembak dengan Pasukan Israel di Lebanon Selatan

10 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Milisi Hizbullah mengklaim telah terlibat bak tembak dengan tentara Israel atau IDF di sebuah kota di Lebanon selatan, Jumat (12/6) kemarin.

Milisi Hizbullah--dalam pernyataan yang dikutip dari AFP--terus bergerak masuk ke wilayah kota di Lebanon selatan. Serangan demi serangan pun terus dilakukan militer Zionis ke wilayah Lebanon.

Hizbullah mengatakan para pejuangnya pertama kali menargetkan pasukan Israel yang maju menuju MajdalZoun, sekitar lima kilometer (tiga mil) dari sisi barat perbatasan, pada Kamis (11/6) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hizbullah menyatakan, "dengan rentetan roket [kelompok milisi Hizbullah] berulang kali, memaksa mereka [tentara Israel] mundur".

Kemudian mereka mengatakan telah terlibat baku tembak dengan pasukan yang maju di sana pada Jumat lalu, "dengan menggunakan senjata ringan dan menengah serta roket".

Kelompok itu juga mengklaim serangan lain terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan.

Sementara itu, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tiga desa di Lebanon selatan.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dikelola pemerintah negeri itu melaporkan serangkaian serangan di seluruh wilayah selatan, termasuk di daerah-daerah yang tidak termasuk dalam peringatan Israel.

NNA kemudian melaporkan ledakan besar dan penembakan artileri di dekat perbukitan Ali Taher, yang menghadap kota Nabatieh di selatan.

Konvoi bantuan Vatikan disetop Israel

Sementara itu, AFP memberitakan konvoi bantuan yang diorganisasi utusan Vatikan untuk Lebanon disetop militer Israel.

Konvoi bantuan itu semual bergerak menuju desa-desa yang mayoritas Kristen di Lebanon selatan. Penduduk di desa-desa itu diketahui tetap tinggal meskipun terjadi konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah.

"[Konvoi bantuan] dihentikan oleh militer Israel dan dipaksa untuk mengubah arah," kata seorang anggota konvoi kepada AFP, Jumat kemarin.

Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret, ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Sejak saat itu, Israel telah melakukan aksi serangan besar-besaran dan invasi darat yang telah menewaskan lebih dari 3.700 orang di Lebanon, sambil menduduki sebagian besar wilayah selatan negara itu.

Gencatan senjata April di Lebanon tidak pernah dipatuhi. Gempuran milisi Zionis yang dibalas Hizbullah terus berlanjut meskipun ada kesepakatan gencatan senjata bersyarat baru yang diumumkan pekan lalu setelah pembicaraan Lebanon-Israel di Washington.

Hizbullah menolak perjanjian bersyarat tersebut, yang mengharuskan mereka untuk berhenti melancarkan serangan tetapi tidak menyebutkan Israel harus menghentikan serangan atau menarik pasukannya dari Lebanon.

Iran bersikeras bahwa Lebanon harus menjadi bagian dari setiap perjanjian untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang lebih luas.

(afp/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |