Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di India pada 12-13 September lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan sejumlah pesan, terutama terhadap negara-negara bagian selatan dunia alias Global South.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia hadir di KTT BRICS sebagai anggota penuh forum tersebut.
Selama di New Delhi, Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dorong persatuan Global South
Dalam sesi terbatas bertajuk "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism", Prabowo mendorong negara-negara Global South agar semakin bersatu untuk menjadi lebih kuat.
Prabowo menyampaikan persatuan Global South sudah terbentuk sejak beberapa dekade lalu di Bandung, dalam konferensi Asia-Afrika.
Ia menuturkan setelah perjalanan panjang melawan imperialisme dan kolonialisme, negara-negara selatan akhirnya bersatu sebagai negara yang setara. Menurutnya, "pelajaran ini tetap sangat penting" dan perlu ditingkatkan dengan kerja sama guna membangun ketahahan berkelanjutan.
"Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kami akan lebih didengar. Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan dimajukan," ujar Prabowo pada Sabtu (12/9).
Pentingnya beri makan rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung sumber kekuatan negara yang berasal dari rakyat.
Ia menyampaikan bangsa yang tangguh dan mandiri terbentuk dari kemampuan pemerintah memberi makan rakyatnya.
"Kekuatan selalu berawal dari dalam negeri, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, untuk mengamankan energi yang mereka butuhkan, untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk memberi mereka kesempatan untuk sejahtera. Itulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan menjadi benar-benar mandiri," ucap Prabowo.
Prabowo juga mengatakan bahwa kemandirian bangsa turut diperoleh dari ketegasan dan ketangguhan.
"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan," katanya.
Dengan fondasi kuat tersebut, ia meyakini bahwa BRICS merupakan sarana yang tepat untuk bekerja sama, terutama di bidang-bidang yang secara langsung dapat memengaruhi ketahanan bangsa.
Baca di halaman berikutnya >>>

15 hours ago
7













































