Zelensky Ngeluh Dicuekin karena Iran: AS Tak Punya Waktu Buat Ukraina

9 hours ago 24

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ngambek gegara Amerika Serikat belakangan sibuk mengurus konfliknya dengan Iran.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Jerman ZDF, Zelensky mengatakan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, belakangan ini sibuk berbicara dengan Iran. Padahal, keduanya juga merupakan pihak Amerika Serikat yang membantu menengahi pembicaraan Ukraina dengan Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena konflik AS-Iran di Timur Tengah ini, Witkoff dan Kushner bukannya menekan Rusia, malah meminta bantuan Moskow "untuk mengakhiri perang" di Iran.

"Jika Amerika Serikat tidak menekan (Presiden Rusia Vladimir) Putin ... dan hanya terlibat dialog ramah dengan Rusia, maka mereka (Rusia) tidak akan lagi takut," kata Zelensky, seperti dikutip AFP.

Selain mengeluhkan sikap Witkoff dan Kushner, Zelensky juga mengeluhkan tentang berkurangnya pasokan senjata AS kepada Ukraina.

Ia berujar perang AS di Iran telah mengakibatkan pengiriman senjata AS ke Ukraina terganggu.

"Jika perang berlanjut, hanya akan ada sedikit senjata untuk Ukraina. Ini sangat penting, terutama dalam hal material untuk pertahanan udara," ucapnya.

Perang AS-Israel vs Iran pecah pada 28 Februari. Perang yang berlangsung selama 40 hari itu akhirnya berhenti sementara pada 8 April.

AS dan Iran sepakat gencatan senjata selama dua pekan dan bernegosiasi. Namun, negosiasi tatap muka perdana pada 11 April lalu gagal mencapai mufakat.

Kondisi ini pun membuat nasib gencatan senjata kedua negara terancam runtuh.

AS selama ini menjadi pemasok senjata utama bagi Ukraina dalam perang melawan Rusia. Rusia dan Ukraina berperang sejak Februari 2022 lalu.

Beberapa senjata AS yang vital bagi perang Ukraina antara lain rudal pencegat PAC-3 dan PAC-2. Kedua rudal ini sebagian besar dikirim lewat program Prioritized Ukraine Requirements List (PURL), inisiatif NATO dan AS, di mana negara-negara Eropa membantu membiayai Kyiv membeli persenjataan Washington.

Sejak perang AS vs Iran meletus, pengiriman PAC-3 dan PAC-2, menurut Zelensky, tersendat sehingga mempersulit posisi Ukraina.

"Pada awal sekali ... perang di Timur Tengah (pecah), kami memahami bahwa kami bisa menghadapi tantangan," tutur Zelensky.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |