Jakarta, CNN Indonesia --
Kelompok Yahudi di Inggris khawatir terhadap calon perdana menteri Andy Burnham yang menolak aksi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina.
Dewan Perwakilan Yahudi Inggris dan Dewan Kepemimpinan mengaku punya 'kekhawatiran signifikan' atas sikap dan kebijakan Burnham terkait Gaza.
"Kami sudah menghubungi tim Andy Burnham untuk menyampaikan langsung kekhawatiran kami yang mendalam terkait pernyataannya kemarin," demikian menurut kelompok itu, dikutip Independent, Jumat (10/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, dewan itu mengatakan mereka menyambut baik pendekatan Burnham yang tanpa toleransi terhadap antisemitisme.
"Tidak ada kontradiksi antara memerangi antisemitisme dan tidak setuju dengan tindakan pemerintah Israel, dan kami turut prihatin atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza," demikian pernyataan kelompok itu.
"Namun, antisemitisme tidak dapat diatasi tanpa menangani semua pendorongnya. Di Inggris saat ini, ini termasuk ekstremis Islam, sayap kiri, dan sayap kanan yang melampaui kritik terhadap pemerintah Israel hingga ke titik kebencian yang diarahkan kepada orang Yahudi dan Israel."
Dewan Perwakilan Yahudi juga menyatakan, situasi di Jalur Gaza dan penderitaan warga Palestina tak bisa dipahami tanpa merujuk peran Hamas.
"Bukan hanya dalam melancarkan konflik tetapi juga dalam melanggengkan perang melalui penyanderaan, peperangan yang sepenuhnya dilakukan dari dalam populasi sipil, dan penolakan terus-menerus untuk menyerahkan kekuasaan dan melucuti senjata, sesuai dengan rencana perdamaian 20 poin," lanjut dewan tersebut.
Komentar itu muncul usai Burnham mengatakan sikap Partai Buruh terhadap aksi militer Israel di Jalur Gaza kurang tepat. Sikap yang bertolak belakang dengan PM saat ini, Keir Starmer, yang menyebut pemerintahan Benjamin Netanyahu perlu membela diri.
Sikap Burnham juga bisa menjadi tanda bahwa penjualan senjata ke Israel bisa dilarang di bawah kepemimpinan dia.
"Kita harus berbuat lebih banyak untuk menekan pemerintah Israel. Ya, kita telah mengambil beberapa langkah penting. Tapi jujur saja, Inggris terlalu lambat menyerukan gencatan senjata. Dan sekarang kita harus berbuat lebih banyak untuk memperkuat pendekatan kita," kata dia.
Burhnam diperkirakan akan mengambil alih jabatan perdana menteri pada 20 Juli mendatang.
(isa/asr)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2

















































