Warga Panik dan Frustrasi Cari Keluarga Tertimbun Akibat Gempa Venezuela

13 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak dua gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) waktu setempat.

Guncangan tersebut merobohkan sejumlah bangunan di ibu kota Caracas dan memaksa warga berhamburan ke jalan untuk menyelamatkan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah kepanikan, sejumlah keluarga terlihat mencari kerabat mereka yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

"Antonio, ini ibu. Ibu ada di sini," teriak seorang perempuan di depan puing-puing gedung apartemen 22 lantai yang ambruk di kompleks permukiman Petunia, kawasan Los Palos Grandes, Caracas, melansir AFP.

Sejumlah warga berupaya mencari korban secara mandiri sambil menunggu tim penyelamat tiba. Mereka memanjat tumpukan puing, memanggil nama anggota keluarga yang hilang, serta berusaha mendengar kemungkinan suara dari bawah reruntuhan.

"Kami butuh senter," ujar salah seorang relawan dadakan yang hanya didampingi seorang polisi di lokasi.

Di lokasi lain, teriakan memanggil nama anggota keluarga juga terdengar bersahut-sahutan. Seorang pria tampak menangis di pinggir jalan sambil menyaksikan bangunan yang hancur.

Gempa pertama terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat, disusul gempa kedua hanya beberapa saat kemudian. Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), kedua gempa masing-masing berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

Getaran kuat menyebabkan bangunan-bangunan di Caracas mengalami kerusakan hingga runtuh. Warga berlarian keluar rumah, apartemen, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran untuk menghindari risiko bangunan roboh.

Pemimpin sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan sedikitnya 20 gempa susulan terjadi setelah dua gempa utama tersebut. Sementara Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyebut negara bagian Trujillo, Carabobo, Miranda, dan La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Hingga kini pemerintah belum mengonfirmasi jumlah korban jiwa. Cabello hanya menyatakan terdapat korban luka, namun belum merinci jumlahnya.

Di sebuah pusat perbelanjaan di Caracas, kepanikan juga terjadi ketika bangunan mulai berguncang. Odalis Escalona, pegawai bank berusia 54 tahun, mengatakan tangga dan dinding mengalami kerusakan saat gempa terjadi.

"Tangga terlepas, seluruh dinding retak. Benda-benda berjatuhan dari langit-langit. Sangat mengerikan," ujarnya.

Saksi lainnya, Zenia Gonzalez, mengatakan dirinya dan pengunjung lain sempat bertahan di dalam gedung sebelum akhirnya berlari keluar melalui eskalator.

"Kami menunggu guncangannya mereda lalu berlari turun lewat eskalator. Kami harus menunggu karena guncangannya sangat kuat dan berlangsung cukup lama," katanya.

Di kawasan La Castellana, warga bernama Maria Romero mengaku sempat ragu apakah harus berlindung di bawah meja atau segera keluar dari apartemennya.

"Bangunannya bergoyang sangat kuat dan terdengar seperti suara gemuruh yang dalam. Saya sempat berpikir untuk berlindung di bawah meja, tapi akhirnya memutuskan keluar," kata insinyur berusia 48 tahun itu.

Selain menyebabkan kerusakan pada bangunan, pemerintah Venezuela juga menetapkan status darurat. Rodriguez mengatakan bandara utama negara itu ditutup sementara setelah mengalami kerusakan akibat gempa.

Gempa kali ini menjadi salah satu yang terbesar di Venezuela dalam beberapa dekade terakhir. Sebelumnya, gempa pada 1997 di wilayah timur laut menewaskan 73 orang, sementara gempa Caracas pada 1967 merenggut 236 korban jiwa.

Kawasan Los Palos Grandes juga menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah dalam gempa 1967.

Tak lama setelah dua gempa mengguncang Venezuela, gempa kuat juga terjadi di wilayah utara Jepang. Badan Meteorologi Jepang menyatakan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut.

(del/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |