Warga Iran Mulai Protes Gegara Khamenei Belum Juga Muncul ke Publik

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei makin memicu pertanyaan lantaran belum juga muncul ke publik. Padahal, ia telah enam bulan memimpin menggantikan sang ayah, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu.

Mojtaba khamenei masih sama sekali tidak terlihat maupun terdengar oleh rakyat Iran hingga menciptakan kekosongan di pusat kepemimpinan negaranya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan mengenai kondisi dan perannya di pemerintahan pun semakin pelik. Bahkan di kalangan pendukung garis keras Republik Islam Iran, keraguan terhadap kepemimpinan Khamenei mulai muncul.

"Kami perlu mendengar suara pemimpin kami, atau melihat tanda apa pun bahwa ia masih berada di pucuk pimpinan dan memimpin negara, agar kami lebih percaya diri," kata seorang anggota milisi sukarelawan Basij di Qom, kota pusat pendidikan agama Syiah yang menjadi jantung negara teokratis Iran.

Anggota Basij tersebut, yang meminta namanya dirahasiakan karena membahas isu yang sangat sensitif, mengatakan ia percaya Khamenei memang masih mengambil keputusan-keputusan penting.

Namun, ketiadaan bahkan satu foto pun dinilai merusak moral dan tidak menguntungkan Iran.

Sementara itu, di kalangan warga Iran yang menentang hierarki pemerintahan atau menginginkan reformasi luas, pesannya lebih keras.

"Bagaimana kami tahu bahwa Mojtaba belum terbunuh?" kata Shahrokh, seorang pengusaha pro-reformasi di Teheran yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

"Tidak masuk akal jika tidak ada satu pun tanda yang membuktikan bahwa ia masih hidup, apalagi bukti bahwa ia terlibat dalam pengambilan keputusan," tambahnya seperti dikutip Reuters.

Para pejabat Iran dan sejumlah sumber senior di negara tersebut menegaskan Mojtaba Khamenei masih memegang kendali, memimpin dari balik layar demi alasan keamanan sembari memulihkan diri dari luka-luka yang mengubah wajahnya usai selamat dari serangan udara AS-Israe.

Para pejabat Iran menuturkan ia mendelegasikan sebagian besar kewenangan sehari-hari kepada sekelompok tokoh penting.

Namun, karena tidak ada foto, video, maupun pesan suara yang dirilis sejak pengangkatannya sekitar sepekan setelah perang dimulai, rakyat Iran semakin skeptis terhadap posisinya dalam Republik Islam, di mana suara pemimpin seharusnya bersifat mutlak.

"Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Mojtaba masih hidup, melainkan apakah Iran masih memiliki seorang pemimpin tertinggi yang benar-benar menjalankan pemerintahan," kata Alex Vatanka dari Middle East Institute di Washington seperti dikutip Reuters.

Satu-satunya pesan Khamenei kepada rakyat Iran sejauh ini disampaikan melalui beberapa pernyataan tertulis yang dibacakan oleh penyiar berita. Ia bahkan tidak hadir dalam rangkaian upacara pemakaman untuk ayahnya selama kurang lebih sepekan pada Juli lalu.

Alasan Khamenei masih 'sembunyi'

Para pejabat senior dan orang-orang dalam pemerintahan Iran menyebut ketidakhadiran Khamenei disebabkan oleh kekhawatiran akan upaya pembunuhan. 

Meski begitu, para pejabat Iran mengaku Khamenei tetap rutin mengadakan pertemuan dengan para tokoh senior, menerima seluruh laporan penting, serta mengambil keputusan akhir mengenai setiap persoalan utama.

Presiden Masoud Pezeshkian bahkan mengatakan ia telah mengadakan pertemuan selama tujuh jam dengan Khamenei pada 10 Agustus lalu.

Garda Revolusi, yang selama ini merupakan kekuatan besar, semakin berpengaruh sejak awal perang dan tetap menjadi pusat pemikiran strategis di tingkat tertinggi dalam sistem pemerintahan yang telah ditata ulang di sekitar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, menurut sejumlah sumber.

Lingkaran elite tersebut mencakup para komandan senior Garda Revolusi serta tokoh-tokoh politik seperti Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammed Baqer Qalibaf.

(rds)

placeholder

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |