Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengizinkan presiden dan delegasi Iran datang ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS mengatakan kepada BBC bahwa perwakilan Iran dapat menghadiri High Level Week Majelis Umum PBB pada 22-28 September ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB," ucapnya.
Delegasi inti Iran ini termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Meski begitu, jumlah delegasi Teheran yang dapat hadir akan dibatasi serta para delegasi dilarang membeli produk-produk AS tertentu.
"Delegasi akan dikenakan pembatasan perjalanan dan akan menghadapi larangan pembelian barang mewah dan barang lainnya sesuai kebijakan kami. Jumlah delegasi lebih kecil daripada tahun lalu," ucapnya.
AS dan Iran telah berperang selama tujuh bulan terakhir. Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik akan berakhir.
Negosiasi damai kedua pihak berjalan alot seiring intensnya ancaman Trump terhadap Iran.
Terbaru, Trump mengaku sedang mengambil keputusan besar yang akan menentukan apakah ia bakal membinasakan Iran atau tidak.
"Saya akan mengambil keputusan besar. Apakah saya ingin turun tangan dan membinasakan mereka atau tidak," kata Trump kepada Axios.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 saat ini sedang berlangsung. Debat Umum, yang merupakan inti dari acara tahunan ini, dijadwalkan dimulai Selasa, 22 September.
Sejumlah pemimpin yang diagendakan bicara pada hari Selasa yakni Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pada Rabu, diperkirakan akan menampilkan pidato para pemimpin Ukraina, Suriah, dan Iran.
Tahun lalu, Iran juga hadir dalam debat umum. Ketika itu, para diplomat Iran juga menghadapi pembatasan, yakni dilarang belanda di toko grosir seperti Costco.
Diplomat juga diharuskan meminta izin dari AS sebelum membeli barang-barang mewah, seperti perhiasan, alkohol, dan mobil.
Juru bicara Kemlu AS Tommy Pigott mengatakan pembatasan tahun ini diterapkan untuk mencegah diplomat Teheran "belanja besar-besaran" saat rakyat negaranya sendiri menghadapi kekurangan air dan listrik, "penindasan brutal", dan "inflasi yang meroket".
"Kita tidak akan membiarkan elite rezim Iran mengeksploitasi Sidang Umum PBB untuk pesta belanja mewah yang dibiayai oleh penderitaan rakyat Iran, sementara rezim tersebut menyalurkan kekayaan Iran untuk mendukung proksi terorisnya," tulisnya di X.
(blq/rds)

6 hours ago
4















































