Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut diam-diam ganti pesawat saat pulang dari Turki ke AS bulan lalu, karena mendapat ancaman pembunuhan dari Iran.
Sementara itu Suriah menjatuhkan vonis mati terhadap eks Presiden Bashar Al Assad yang telah digulingkan sejak Desember 2024 lalu, dan kini kabur ke Moskow, Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Rabu (12/8).
Trump Diam-diam Ganti Pesawat via Kontainer Katering Pulang dari Turki
Presiden Amerika Serikat Donald Trump diam-diam mengganti pesawat dari Air Force One ke pesawat yang lebih kecil saat meninggalkan Turki selepas menghadiri KTT NATO pada bulan lalu.
The Washington Post melaporkan pergantian pesawat secara mendadak ke pesawat yang lebih kecil via kontainer katering dilakukan Trump karena sang presiden mendapat ancaman pembunuhan Iran.
Dalam laporan surat kabar itu pada Senin (10/8), seorang pejabat AS yang berbicara secara anonim memaparkan Trump semula tiba di Ankara dengan pesawat Air Force One pada 8 Juli. Pesawat Air Force One ini yang paling baru pemberian Qatar.
Tetapi kemudian berpindah ke sebuah kontainer katering yang terpasang pada pesawat kepresidenan tersebut.
PM Australia Didesak Minta Maaf Gegara Candaan 'Vulgar' soal PM Jepang
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dikritik habis-habisan gegara dianggap melontarkan candaan vulgar terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Albanese dituduh melontarkan candaan vulgar itu ketika bercerita soal hadiah melon pemberian Takaichi saat berkunjung ke Australia pada Mei lalu.
Dalam percakapannya dengan host podcast Bush Deep Nikki Osborne baru-baru ini, Albanese bercanda bahwa ia menerima hadiah "aneh" berupa melon kerajaan Jepang dari Takaichi.
Ketika pembawa acara bertanya apakah Takaichi menyelundupkan buah tersebut melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya di depan dada dan berkata: "(saya) dapat beberapa melon."
"Dia datang dengan penampilan seperti Pamela Anderson," jawab sang pembawa acara seperti dikutip AFP. Candaan itu memicu kritikan keras terhadap sang perdana menteri.
Suriah Vonis Eks Presiden Bashar Al Assad Hukuman Mati
Suriah menjatuhkan hukuman mati terhadap mantan Presiden Bashar Al Assad pada Selasa (11/8). Ia digulingkan pada Desember 2024 lalu setelah 24 tahun berkuasa dengan tangan besi.
Pengadilan Kriminal di ibu kota Damaskus memvonis Assad bersalah in absentia atas seluruh kejahatan yang terjadi selama perang sipil Suriah yang berlangsung 13 tahun sejak 2011.
Selain Assad, mantan kepala keamanan politik Provinsi Daraa, Atef Najib, juga turut divonis hukuman mati.
Pengadilan menyatakan Assad bersalah atas pembunuhan berencana, sementara Najib dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana dan penyiksaan.
(tim)

11 hours ago
8

















































