Jakarta, CNN Indonesia --
Politikus Gadi Eisenkot menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hanya peduli melindungi jabatan politiknya bukan keamanan negara ketika Tel Aviv masih menghadapi sejumlah perang di Timur Tengah.
Eisenkot menyampaikan tuduhan itu saat rapat umum pada Minggu (7/9) di kota Rosh Haayin, Israel tengah. Selama kampanye, dia juga tak menyebut cara menangani Palestina, Iran atau Lebanon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akankah kita terus berada di bawah pemerintahan yang mempromosikan penghindaran kewajiban tanpa rasa malu selama bertahun-tahun lagi?" kata Eisenkot, dikutip AFP, Senin (7/9).
"Pemerintahan yang membagikan miliaran shekel kepada mereka yang tidak mengabdi maupun bekerja?" imbuh dia.
Eisenkot juga menyinggung soal perpecahan yang terjadi setelah pemerintahan Netanyahu meluncurkan agresi brutal ke Jalur Gaza, Palestina.
"Menghadapi perpecahan besar yang terjadi pada 7 Oktober, dan menghadapi tantangan besar yang dihadapi Negara Israel, saya percaya kita membutuhkan kepemimpinan yang tahu bagaimana mengatasi besarnya situasi saat ini, yang tahu bagaimana menyatukan dan membawa persatuan di sekitar apa yang kita miliki bersama, dan untuk secara fundamental memulihkan prinsip-prinsip kenegaraan dan Zionisme," kata Eisenkot.
Rapat umum ini digelar jelang pemilihan umum pada Oktober mendatang.
Eisenkot dianggap sebagai sosok pesaing utama Netanyahu yang memiliki peluang paling besar menjegal kepemimpinan sang PM yang telah berkuasa selama 19 tahun.
Sebagai sosok yang relatif baru di dunia politik, partainya, Yashar (dalam bahasa Ibrani berarti "lurus" atau "teguh"), dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan dukungan dalam jajak pendapat. Banyak pemilih melihat Eisenkot dan partai yang baru didirikan setahun lalu ini sebagai kandidat yang berpotensi menggantikan Netanyahu.
Salah satu yang membuat Eisenkot langsung diperhitungkan sebagai calon kuat PM Israel adalah latar belakang militernya.
Menurut jajak pendapat yang dilakukan lembaga penyiaran publik Israel, Kan, yang dirilis pada 6 September, partai Eisenkot, Yashar, diperkirakan akan memenangkan 23 kursi Knesset, sedikit unggul dari partai pimpinan Netanyahu, Likud yang memperoleh 20 kursi.
Blok anti-Netanyahu diproyeksikan memenangkan 51 kursi, sementara Likud dan mitra koalisinya memperoleh total 52 kursi.
Untuk bisa membentuk pemerintahan, partai harus mengantongi 61 suara mayoritas. Jika tidak ada, mereka harus mencari dukungan atau mengajak partai lain untuk koalisi.
Di situasi seperti itu, Eisenkot tampak yakin bahwa partai buatannya Yashar mampu menarik suara dari Likud, partai politik bersejarah sayap kanan israel.
"Saya bertemu banyak orang yang telah memilih partai yang sama selama beberapa dekade. Mereka memberi tahu saya betapa sulitnya untuk memilih partai yang berbeda," kata dia.
"Saya bilang: sebagaimana Anda mempercayai saya, saya juga mempercayai Anda untuk membuat pilihan yang berani dan tepat untuk Israel," ujar Eisenkot.
(isa/rds)

5 hours ago
2
















































