Mengapa Israel Selalu Menutupi Keberadaan Senjata Nuklirnya?

9 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mendesak Departemen Luar Negeri untuk mengakhiri kebungkaman pemerintah AS soal nuklir Israel.

Dalam surat yang ditujukan ke Menteri Luar Negeri Marco Rubio, para anggota Demokrat menyinggung perang AS-Israel dengan Iran, dan menyinggung Israel yang tidak pernah transparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat tertanggal 4 Mei itu, para anggota parlemen juga secara gamblang menanyakan kepada Menlu Rubio, tentang kemampuan senjata nuklir apa yang dimiliki Israel, serta informasi soal hulu ledak dan peluncurnya.

Kongres AS memiliki tanggung jawab konstitusional untuk sepenuhnya mengetahui keseimbangan nuklir di Timur Tengah, risiko eskalasi oleh pihak manapun dalam konflik ini, dan perencanaan serta kontingensi pemerintah untuk skenario itu," demikian surat yang diajukan Demokrat.

Menurut Nuclear Threat Initiative, situs yang concern pada perlucutan nuklir yang berpusat di Washington, AS, menyebut Israel diyakini telah memiliki senjata nuklir sejak tahun 1980-an.

Israel adalah satu dari sembilan negara pemilik senjata pemusnah massal ini dengan bersama AS, Rusia dan China.

Namun menurut situs tersebut, Israel menerapkan kebijakan "ketidaktransparansian nuklir" di mana negara tersebut tidak mengkonfirmasi maupun menyangkal kepemilikan senjata nuklir.

Itu sebabnya Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi keberadaan program dan persenjataan nuklirnya. AS juga dianggap telah lama bersikap ambigu soal masalah ini.

Nuclear Threat Initiative memperkirakan Israel memiliki 90 hulu ledak nuklir, persediaan plutonium sebanyak 750 hingga 1.110 kilogram, enam kapal selam yang mampu meluncurkan senjata nuklir, dan rudal balistik jarak menengah yang mampu mencapai 4.800 hingga 6.500 km.

Banner Microsite Haji 2026

Terungkap lewat mantan staf

Keberadaan fasilitas nuklir Israel pertama terungkap lewat mulut Mordechai Vanunu, Yahudi kelahiran Maroko 1954 yang merupakan mantan staf proyek senjata nuklir Tel Aviv.

Dia mengungkapkan semua program nuklir Israel di kawasan Dimona pada 1985. Pengakuan Mordechai bukan saja valid, tapi juga berbahaya bagi Israel.

Bagaimana tidak? Mordechai adalah teknisi yang bekerja di pusat penelitian nuklir rahasia Dimona di gurun Negev, sekitar 150 km selatan Yerusalem melalui jalan darat.

Mordechai akhirnya ditangkap dan kini berada di sebuah gereja di Israel dengan mobilitas dan aktivitas yang dibatasi. Pihak Israel hingga kini tak pernah membantah apa yang diungkap Mordechai.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |