Jakarta, CNN Indonesia --
Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai Iran telah mempermalukan Amerika Serikat dengan membuat pejabat AS datang ke Pakistan untuk berunding lalu pulang tanpa hasil.
Merz juga mengatakan ia tidak melihat strategi AS yang jelas untuk keluar dari perang melawan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang Iran jelas sangat piawai dalam bernegosiasi-atau lebih tepatnya sangat piawai dalam tidak bernegosiasi-membiarkan Amerika datang ke Islamabad lalu pulang lagi tanpa hasil apa pun," katanya saat berbicara kepada para mahasiswa di kota Marsberg, Senin (27/4).
"Seluruh sebuah negara sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusi (IRGC). Karena itu saya berharap situasi ini segera berakhir secepat mungkin," tambahnya dalam acara di negara bagian Nordrhein-Westfalen.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengkritik keras sekutu-sekutu di Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) karena tidak membantu Amerika menghadapi serangan balasan Iran sejak perang pecah pada 28 Februari lalu.
Trump juga mengeluh sekutu AS di Eropa tidak mengirim angkatan laut mereka untuk membantu membuka Selat Hormuz yang selama perang diblokade Iran.
Trump bahkan berulang kali mengancam akan keluarkan AS, donor terbesar, dari NATO
Merz pun mengungkit keluhan Trump tersebut dengan kembali menegaskan bahwa Jerman dan negara-negara Eropa tidak diajak berkonsultasi sebelum AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari.
Ia mengatakan telah menyampaikan skeptisisme tersebut langsung kepada Trump sesudahnya.
"Jika saya tahu ini akan berlangsung lima atau enam minggu dan semakin memburuk, saya akan menyampaikannya dengan jauh lebih tegas," kata Merz sambil membandingkannya dengan perang-perang AS sebelumnya di Irak dan Afghanistan.
"Kami juga telah menawarkan, sebagai pihak Eropa, untuk mengirim kapal penyapu ranjau Jerman guna membersihkan selat tersebut, yang jelas sebagian telah dipasangi ranjau," ujarnya menambahkan.
Merz menambahkan konflik ini menelan biaya besar bagi Jerman.
"Banyak uang, banyak uang pembayar pajak, dan banyak kekuatan ekonomi," paparnya seperti dikutip Reuters.
Pernyataan Merz yang lantang mengkritik AS ini menyoroti perpecahan mendalam antara Washington dan sekutu-sekutu Eropa terutama di antara anggota NATO.
Sebelum perang AS vs Iran pecah, hubungan antara Washington dan Eropa pun sudah merenggang akibat invasi Rusia ke Ukraina dan persoalan lainnya.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
10

















































