Jakarta, CNN Indonesia --
Dua remaja Palestina meninggal dunia usai pemukim dan pasukan Israel menyerbu Desa Al Mughayyir di Tepi Barat pada Rabu (2/9).
Kantor berita Palestina Wafa melaporkan tentara Israel melepas tembakan ke arah warga saat warga mencoba menghalangi para pemukim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tembakan itu melukai dua pemuda usia 19 tahun, yakni Mohammad Na'ssan dan Khalil Abu Aliya. Keduanya kemudian meninggal akibat luka.
Menurut sejumlah sumber yang bicara kepada Al Jazeera, para penembak jitu Israel telah bersiaga di atap-atap rumah warga menjelang penyerbuan tersebut.
Al Mughayyir sudah lama menjadi target serangan Israel dalam beberapa bulan terakhir.
Setidaknya 79 warga Palestina, termasuk 19 anak-anak, tewas di Tepi Barat sejak awal tahun 2026. Sementara itu, sedikitnya 1.870 warga Pelestina terluka.
Pada Selasa (1/9), pasukan Israel juga menembakkan gas air mata ke sebuah masjid di Madama hingga jemaah yang berkumpul terbatuk-batuk.
Beberapa jam sebelum itu, para pemukim Israel juga dilaporkan mencoba membakar masjid di Kota Bazariya.
Meningkatnya kekerasan oleh para pemukim dan pasukan Israel telah membuat geram sekutu Negeri Zionis.
Bulan lalu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Mike Huckabee melontarkan kecaman langka buntut pengepungan oleh pemukim Israel terhadap sebuah rumah warga Palestina di Qusra selama tiga pekan.
Uni Eropa, sementara itu, mempertimbangkan larangan impor teradap barang-barang buatan Israel di daerah pendudukan.
(rds/rds)

2 hours ago
2

















































