Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar murka usai Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez meminta Tel Aviv menghentikan permusuhan menyusul anggota TNI yang bertugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tewas.
Sa'ar mengomentari unggahan Sanchez di X yang berisi kecaman dan imbauan ke Israel pada Senin (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan saat mengomentari insiden tragis yang masih belum jelas di pangkalan UNIFIL, Sánchez mengambil sikap sepihak dan menghasut terhadap Israel," kata dia.
Sa'ar balik menuding bahwa Hizbullah yang lebih dulu menyerang Israel pada 2 Maret. Sejak saat itu, dari klaim dia, milisi tersebut telah meluncurkan lebih dari 5.000 rudal, roket, dan drone ke warga serta wilayah Israel.
"Sanchez membuktikan dirinya sebagai sekutu pilihan rezim Iran yang kejam dan proksi terornya - Hamas dan Hizbollah. Tak heran mereka memujinya," ungkap dia.
Sebelumnya, Sanchez buka suara usai prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL tewas karena ledakan menyusul konflik Israel-Hizbullah yang masih membara.
Sanchez juga mengacam tindakan tersebut dan meminta Israel menghentikan serangan.
"Spanyol mengutuk keras tindakan ini. Spanyol menuntut agar asal usul proyektil tersebut diklarifikasi. Dan Spanyol menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan permusuhan," kata Sanchez di media sosial X pada Senin.
Dia lalu berujar, "Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional."
Dalam pernyataan itu, Sanchez juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dan seluruh personel UNIFIL. Selain itu, dia berharap kesembuhan bagi dua personel yang mengalami luka-luka.
Spanyol selama ini jadi salah satu negara yang lantang menolak agresi Israel di Palestina dan perang yang mereka mulai.
Sosok prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon. Terbaru dua anggota TNI lain yang bertugas di UNIFIL juga tewas karena konflik Israel-Hizbullah.
UNIFIL hingga saat ini belum bisa memastikan proyektil siapa yang menyebabkan ledakan hingga membunuh anggota TNI itu.
Lebanon membara sejak Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi brutal ke Iran pada 28 Februari.
Milisi di Lebanon yang disebut-sebut didukung Iran, Hizbullah, meluncurkan serangan balasan ke Israel usai pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta pejabat tinggi pertahanan lain tewas dalam serangan AS-Israel.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
3
















































