Jakarta, CNN Indonesia --
Intelijen Israel memberikan informasi kepada Amerika Serikat pekan ini mengenai sebuah rencana baru dan "spesifik" dari Iran untuk membunuh Presiden Donald Trump.
Laporan tersebut muncul di tengah AS dan Iran kembali tegang usai Washington melancarkan serangan terbaru ke Iran dalam dua terakhir di tengah gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNN melaporkan sejumlah sumber mengatakan Trump telah memantau "arus intelijen yang terus-menerus" mengenai kemungkinan ada rencana untuk membunuh Trump. Namun, peringatan dari Israel merupakan informasi baru yang berkaitan dengan sebuah rencana yang bersifat spesifik.
The Wall Street Journal, yang juga mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa intelijen Israel tersebut menggambarkan ada rencana "baru" untuk melakukan pembunuhan terhadap sang presiden AS.
Iran selama bertahun-tahun telah bersumpah akan membalas Trump atas perintahnya untuk membunuh Jenderal Iran Qassem Soleimani pada Januari 2020, ketika Trump menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden.
Kemarahan Iran juga makin menjadi setelah AS melancarkan serangan gabungan dengan Israel ke negaranya pada 28 Februari hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat lainnya.
Kabar rencana pembunuhan Trump ini juga mencuat ketika Trump menjadi perhatian sepulangnya menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki.
Trump terlihat mengganti pesawat kepresidenan Air Forced One yang baru, hadiah dari Qatar, dengan pesawat kepresidenan lama untuk pulang dari Ankara ke Washington.
Padahal saat terbang menuju Turki, Trump terbang menggunakan Air Forced One baru.
Trump menggunakan pesawat Air Force One lamanya saat meninggalkan Turki, sementara pesawat kepresidenan barunya diterbangkan lebih dahulu ke Inggris. Di sana, Trump berganti pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Washington.
Pergantian dari pesawat baru tersebut memicu spekulasi bahwa sistem keamanannya belum memadai, terutama ketika Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran yang berbatasan langsung dengan Turki.
Serangan terbaru AS ke Iran memang berlangsung kala KTT NATO berlangsung.
Sejumlah sumber mengatakan pergantian pesawat itu dilakukan atas permintaan US Secret Service dengan alasan keamanan.
"Mereka ingin membunuh pemimpin Amerika Serikat-saya. Nama saya ada di daftar mereka. Pagi ini saya melihat bahwa saya ada di setiap daftar yang mereka miliki," kata Trump kepada wartawan di dalam Air Force One saat dalam perjalanan pulang dari KTT NATO.
Namun, dalam konferensi pers terbaru, Trump menghindari pertanyaan mengenai aspek keamanannya, tetapi menyinggung dugaan upaya pembunuhan sebelumnya yang disebut-sebut melibatkan Iran.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
4

















































