Jakarta, CNN Indonesia --
Iran menyindir Operasi Epic Fury Amerika Serikat berakhir usai diluncurkan sejak 28 Februari dan memantik perang antara kedua negara.
Melalui unggahannya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyindir bahwa Operasi Epic Fury berakhir karena gagal total.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operation Trus Me Bro gagal. Sekarang, kembali ke rutinitas dengan Operation Fauxious," ucap Ghalibaf dalam unggahannya di X pada Kamis (7/5).
Faux diambil dari Bahasa Prancis yang artinya fake atau palsu.
Ejekan ini muncul dari Ghalibaf menyusul pengumuman Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang menyatakan Operasi Epic Fury telah berakhir.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (5/5), Rubio mengeklaim Operasi Epic Fury telah usai lantaran semua tujuan utama AS di Iran telah tercapai.
"Operasi itu sudah selesai. Epic Fury, sebagaimana diberitahukan presiden kepada Kongres, kami telah menuntaskan tahap tersebut. Kami telah mencapai tujuan operasi itu. Kini kami beralih ke Project Freedom," ujar Rubio dalam pengarahan di Gedung Putih pada Selasa (5/5).
Iran, kata dia, saat ini sudah tidak punya kemampuan untuk melanjutkan program nuklir.
"Kemampuan mereka untuk membangun perisai di balik apa pun untuk menyembunyikan program nuklir mereka telah musnah. Itu adalah pencapaian yang sangat besar. Dan itulah tujuan operasi ini sejak hari pertama," kata Rubio, seperti dikutip ABC News.
Rubio menambahkan saat ini fokus AS beralih ke upaya perdamaian. Presiden AS Donald Trump disebut ingin mencapai kesepakatan dengan Iran.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
7















































