Jakarta, CNN Indonesia --
Rival terkuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Naftali Bennett dan Yair Lapid, akan menggabungkan partai mereka dalam pemilihan umum di Israel yang digelar akhir tahun ini.
Bennett merupakan eks PM Israel yang berhaluan kanan, sementara Lapid adalah ketua Partai Yesh Atid yang berhaluan tengah.
"Kita berdiri di sini bersama demi anak-anak kita. Negara Israel harus mengubah arah," kata Lapid pada Minggu (26/4) saat konferensi pers bersama Bennett, dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bennett mengatakan partai baru ini akan disebut Together dan dipimpin oleh dia.
"Setelah 30 tahun, sudah saatnya berpisah dengan Netanyahu dan membuka babak baru bagi Israel," ungkap dia.
Menanggapi koalisi ini, Netanyahu tak ambil pusing. Dia mengunggah foto kedua orang itu bersama ketua partai Arab, Ra'am atau United Arab List (UAL), Mansour Abbas. Ketiga orang ini pernah bergabung dalam satu koalisi pada 2021.
Netanyahu bahkan memprediksi kejadian serupa bakal terulang. "Mereka pernah melakukannya sekali, mereka akan melakukannya lagi," kata dia di Telegram.
Bennett dan Lapid sebetulnya pernah bergabung pada 2021. Mereka juga menarik UAL untuk membentuk koalisi.
Namun, mereka hanya bertahan kurang dari 18 bulan karena persoalan perpecahan dan perbedaan pandangan terutama soal Palestina. Bennett dan Lapid juga sempat bergabung dalam pemerintahan Netanyahu pada 2013.
Sejak masa jabatan pertamanya pada 1990-an, Netanyahu menjadi sosok yang kontroversial di dalam dan luar negeri. Dia juga terlalu tangguh untuk dikalahkan.
Dalam pemilu 2022, dia membentuk pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel dan masih solid meski diterpa sederet isu.
Namun, ketangguhan posisi Netanyahu di negara itu mulai goyah usai serangan dadakan Hamas pada Oktober 2023 yang kemudian membuat Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina.
Jajak pendapat yang dirilis Times of Israel pada 19 Maret menunjukkan partai Likud pimpinan Netanyahu akan memenangkan 28 dari 120 kursi Knesset, turun dari 34 kursi saat ini.
Lebih lanjut, survei itu menjelaskan meskipun Likud akan menjadi partai terbesar, koalisinya tak akan mencapai mayoritas dan hanya mengamankan 51 kursi.
Survei lain, N12 News Israel menunjukkan partai Lapid hanya mengamankan tujuh kursi, turun dari 24 kursi yang saat ini mereka pegang. Koalisi Netanyahu yang terdiri dari partai-partai sayap kanan dan keagamaan hanya menguasai 50 kursi.
Jajak pendapat itu juga memperkirakan koalisi Bennett dan Lapid yang kemungkinan mencakup faksi kecil akan meraih 60 kursi.
(isa/dna)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
8
















































