Dewan Perdamaian Tekan Hamas Setop Terbangkan Layang-layang ke Israel

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) mendesak kelompok milisi Hamas Palestina untuk tidak menerbangkan layang-layang ke wilayah Israel.

Dalam pernyataan pada Selasa (25/8), BoP menyebut "segala aktivitas militan di Gaza, termasuk penerbangan layang-layang" harus dihentikan.

"Segala aktivitas militan di Gaza harus dihentikan, termasuk penerbangan layang-layang. Kami telah menyampaikan pesan ini secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan," demikian pernyataan BoP, seperti dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pernyataan yang sama, BoP turut mendesak Israel untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata. BoP meminta Israel tidak bereaksi macam-macam terhadap sesuatu yang bukan ancaman nyata.

"Israel juga harus mematuhi gencatan senjata. Tindakan militer tidak boleh melampaui batas respons terhadap ancaman nyata dan mendesak," demikian pernyataan BoP.

Pada Minggu (23/8), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Hamas bahwa negaranya akan menyerang Gaza kembali jika kelompok tersebut terus menerbangkan layang-layang, drone, maupun balon.

Ancaman itu dilontarkan setelah sejumlah layang-layang ditemukan di selatan Israel di perbatasan kedua wilayah.

Penemuan layang-layang ini membangkitkan trauma warga Israel terhadap layang-layang dan balon yang membawa alat pembakar, yang pernah mendarat di Israel selatan di masa lalu.

Meski begitu, layang-layang kali ini dikonfirmasi tak membawa bahan peledak. Hanya satu layang-layang yang ditemukan memuat pesan politik, menurut laporan media Israel.

Anggota biro politik Hamas, Basem Naim, merespons pernyataan BoP dengan penuh amarah. Pasalnya, layang-layang dimaksud murni milik anak-anak Palestina.

"Sungguh lancang! Apakah masuk akal jika upaya untuk menyenangkan penjahat perang Netanyahu membuat mereka melabeli aktivitas anak-anak yang tidak bersalah sebagai aktivitas bersenjata, sementara Netanyahu terus membunuh dan menghancurkan setiap hari meskipun ada kesepakatan?" ujarnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa juga menyebut ancaman Netanyahu perihal layang-layang di Gaza keterlaluan. Sebab layang-layang itu milik anak-anak Palestina.

"Mengenai ancaman pengusiran akibat anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa ini keterlaluan," kata juru bicara kantor hak asasi manusia PBB Ravina Shamdasani.

Pada Senin (24/8), otoritas Gaza melaporkan setidaknya lima orang, termasuk dua anak-anak, tewas buntut tembakan yang dilancarkan Tel Aviv.

Dewan Perdamaian dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi gencatan senjata di Gaza yang dideklarasikan Oktober lalu.

Sejak gencatan senjata, Israel terus melanggar kesepakatan dengan melancarkan serangan yang menewaskan 1.288 warga Palestina.

Baru-baru ini, Netanyahu menyuarakan keraguan atas janji-janji Hamas untuk melucuti senjata dan memohon kepada utusan khusus sekaligus menantu Trump, Jared Kushner, agar jenderal AS ditugaskan untuk memverifikasi pemusnahan seluruh persenjataan Hamas.

Menanggapi Netanyahu, BoP meyakinkannya bahwa pasukan Israel tidak perlu angkat kaki dari Gaza sampai Hamas benar-benar melucuti semua senjatanya.

Pernyataan ini berbeda dengan sebelumnya, di mana BoP mendesak Israel untuk memulai penarikan pasukan secara bertahap dari Gaza.

(blq/dna)

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |