Anak Raja Iran Reza Pahlavi Disiram Cairan Merah di Berlin

11 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Anak mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, disiram cairan merah oleh demonstran saat berkunjung ke Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4).

Dalam video yang beredar di media sosial tampak bercak merah di bagian bahu belakang Pahlavi. Namun, dia terlihat santai dan tetap menyapa warga.

Sejumlah media melaporkan insiden itu terjadi usai Pahlavi menghadiri konferensi pers di Gedung Konferensi Pers Berlin. Di luar gedung, tampak warga menggelar demonstrasi, beberapa membawa foto anak mendiang Shah Iran ini dan bendera pra-revolusi Islam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia berada di Jerman atas kunjungan pribadi dan tak bertemu dengan pemerintahan negara tersebut. Cara ini dilakukan untuk mengumpulkan dukungan perubahan politik di Iran.

Saat konferensi pers, Pahlavi mengkritik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

"Saya tidak mengatakan bahwa diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi kesempatan yang cukup," kata dia, dikutip Ynet News.

Lebih lanjut, Pahlavi menyebut gencatan senjata mengasumsikan perilaku pemerintah Iran akan berubah dan para pejabat sekarang akan berurusan dengan orang-orang yang pragmatis. Dia lalu mengompori warga Iran untuk berbuat lebih banyak dengan dalih "demokrasi."

Untuk meyakinkan argumennya, Pahlavi menjabarkan data bahwa 19 tahanan politik dieksekusi pemerintah Iran selama dua pekan sebelumnya dan 20 warga lain dijatuhi hukuman mati.

"Akan kah dunia bebas melakukan sesuatu, atau hanya menyaksikan pembantaian itu dalam diam?" kata dia.

Pahlavi, sebagaimana yang sering digemakan, lalu mendesak perubahan pemerintahan di Iran yang dianggap tak demokratis.

Setelah konferensi pers rampung, dia keluar gedung diikuti beberapa pengawalnya. Saat sedang berjalan Pahlavi tampak menerima pertanyaan dari seseorang.

Lalu tiba-tiba orang lain dari belakang dia menyiram bagian punggung Pahlavi dengan cairan merah. Pengawalnya bergegas mengamankan penyiram tersebut.

Pahlavi tampak tak peduli dan terus berjalan meski ada bercak merah di jas biru gelap yang dikenakan. Ia bahkan sempat menyapa para pendukungnya di Berlin.

Pahlavi merupakan anak Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, yang digulingkan dalam Revolusi Islam Iran pada 1979. Setelah sang ayah lengser, Pahlavi menjalani hidup di pengasingan.

Sejak beberapa bulan terakhir, dia berupaya menjadi pemain penting untuk masa depan Iran. Ia berulang kali menyerukan warga Iran untuk melakukan pemberontakan atau melawan rezim demi kepentingan diri sendiri.

Pahlavi juga secara terbuka mendukung perang AS-Israel melawan Iran dan tampak berambisi kembali memimpin negara tersebut.

(isa/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |