72 Harimau Mati Misterius Akibat Virus di Taman Wisata Thailand

10 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya 72 harimau dilaporkan mati diduga karena virus dan bakteri mematikan sejak awal bulan ini di sebuah taman wisata harimau di wilayah utara Thailand, Tiger Kingdom Chiang Mai, yang dikelola pihak swasta.

Mengutip dari AFP, pengelola memberlakukan penutupan selama dua pekan untuk melakukan analisis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor peternakan provinsi di Chiang Mai dalam pernyataan pada Jumat (20/2) mengungkap bahwa dari hasil pengujian mendeteksi virus distemper anjing yang sangat menular serta bakteri yang menyerang sistem pernapasan.

"Ketika harimau jatuh sakit, lebih sulit untuk mendeteksinya daripada pada hewan seperti kucing atau anjing. Pada saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat," kata Direktur Departemen Peternakan Nasional, Somchuan Ratanamungklanon,  kepada media lokal.

Pengelola telah melakukan penutupan fasilitas tersebut. Pejabat peternakan provinsi menyatakan  fasilitas itu melarang seluruh akses masuk tanpa izin dan mulai melakukan disinfeksi menyeluruh di area taman.

Selain itu uji laboratorium terhadap bangkai harimau masih berlangsung.

Mengutip dari Anadolu, kematian harimau dilaporkan mulai terjadi pada 8 Februari. Dugaan awal mengarah pada daging ayam mentah yang digunakan sebagai pakan hewan tersebut.

Namun, pihak berwenang menyatakan bahwa penyebab pasti banyak kematian itu masih belum dapat dipastikan.

Harimau yang masih hidup telah dipindahkan ke pusat perawatan milik taman di Distrik Mae Taeng, bagian utara Provinsi Chiang Mai, untuk pemantauan ketat.

AFP mewartakan situs resmi taman wisata itu mengiklankan kesempatan bagi pengunjung untuk menyentuh dan berfoto dengan hewan predator tersebut. Peristiwa yang terjadi itu membuat organisasi yang memperjuangkan hak hewan, PETA, makin mengkritisinya.

"Harimau-harimau ini mati seperti cara mereka hidup -- dalam kesengsaraan, kurungan, dan ketakutan," kata organisasi hak-hak hewan PETA Asia kepada AFP.

"Jika wisatawan menjauh, tempat-tempat ini akan cepat menjadi tidak menguntungkan, dan tragedi seperti ini akan jauh lebih kecil kemungkinannya terjadi," tambah kelompok tersebut.

The park where the deaths occurred, Tiger Kingdom, could not be reached for comment on Saturday.

Its website advertises a chance for visitors to touch and take photos with the big cats.

"These tigers died the way they lived -- in misery, confinement and fear," animal rights organisation PETA Asia told AFP.

"If tourists stayed away, these places would quickly become unprofitable, and tragedies like this would be far less likely to happen," the group added.

(afp/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Perlautan | Sumbar | Sekitar Bekasi | |